Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Perkuat Hilirisasi, Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Layanan di Kawasan Industri Weda Bay

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 09:58
Perkuat Hilirisasi, Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Tinjau Layanan di Kawasan Industri Weda Bay
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia, Silmy Karim, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, pada 12-13 Januari 2026.(MI/HO)

WAKIL Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia, Silmy Karim, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, pada 12-13 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan peran layanan dan pengawasan keimigrasian berjalan optimal dalam mendukung kawasan industri strategis nasional.

Dalam rangkaian agenda tersebut, Silmy Karim bersama jajaran meninjau langsung berbagai fasilitas vital, mulai dari bandara domestik khusus di IWIP, pelabuhan, pembangkit listrik, hingga fasilitas pengolahan nikel dan industri baterai. 

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana integrasi layanan pemerintah dapat menopang operasional industri yang padat modal dan tenaga kerja.

Silmy menegaskan bahwa kehadiran fungsi keimigrasian di pusat ekonomi seperti IWIP sangat strategis. Hal ini diperlukan untuk menjamin ketertiban mobilitas tenaga kerja sekaligus memberikan kepastian hukum bagi investor.

“Potensi ekonomi di kawasan ini menuntut pelayanan keimigrasian yang kuat dan responsif agar aktivitas industri dan investasi dapat berjalan optimal,” ujar Silmy.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektoral yang terjalin di lapangan. 

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan kawasan sebesar IWIP tidak lepas dari sinergi antara Kementerian Imipas dengan instansi lain seperti Bea Cukai, Badan Karantina, serta TNI dan Polri.

“Kami melihat kehadiran sinergi yang kuat di Kawasan Industri Weda Bay antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Badan Karantina, serta unsur TNI dan Polri dalam menjaga agar IWIP berjalan sesuai aturan dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Saat ini, IWIP telah bertransformasi menjadi salah satu motor penggerak hilirisasi nikel di Indonesia. 

Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp500 triliun, kawasan ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang impresif, yakni sekitar 20 persen per tahun—angka yang berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional.

Direktur PT IWIP, Scott Ye, menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap keberlangsungan operasional kawasan. Koordinasi yang erat antara pengelola dan kementerian terkait dianggap kunci dalam menjaga kepatuhan aturan.

“Kami menyambut baik kunjungan Wakil Menteri dan jajaran kementerian terkait. Kehadiran pemerintah di lapangan sangat penting untuk memastikan bahwa operasional kawasan industri, termasuk pengelolaan tenaga kerja dan mitra internasional, berjalan sesuai dengan ketentuan dan sejalan dengan arah kebijakan nasional. Dukungan pemerintah ini membuat penerapan aturan menjadi lebih konsisten dan efektif,” papar Scott Ye.

Melalui layanan yang profesional dan adaptif, Imigrasi diharapkan terus menjadi pilar yang menjamin keamanan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi ekonomi nasional. 

Di sisi lain, IWIP berkomitmen untuk terus memperkuat standar operasional dan sistem kepatuhan demi menciptakan aktivitas industri yang aman, tertib, dan berkelanjutan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya