Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, akan menargetkan sedikitnya 40 ribu sambungan baru air minum sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ke masyarakat pada 2026.
Ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Bengkulu, untuk masyarakat di tiga kabupaten/kota. "Saat ini sambungan yang sudah siap itu sekitar lebih kurang 12 ribu sambungan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso.
Untuk sambungan baru ke masyarakat, lanjut dia, menjadi tanggung jawab dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) kabupaten/kota dan untuk Pemprov berada pada pemasangan jaringan distribusi utama (JDU) untuk disalurkan ke PDAM.
Selain itu, Pemprov bersama para pihak menguji langsung operasional SPAM sebelum benar-benar memberikan layanan air bersih bagi masyarakat di tiga kabupaten/kota yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma (Kobama). Masa uji coba selama satu bulan yakni Januari masih gratis hingga pada Februari mendatang.
Sebelumnya, Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) VII bekerja sama dengan PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu, akan melakukan pemasangan sambungan pipa air sebanyak 3 ribu kuota gratis untuk masyarakat di wilayah tersebut pada 2026.
Pemasangan sambungan pipa tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan vital masyarakat yakni ketersediaan air bersih. Selain itu, Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, melakukan klasifikasi penerima sambungan pipa air gratis diperuntukkan bagi masyarakat Kota Bengkulu yang dinilai berhak menerima bantuan. (E-2)
Kondisi sistem penyediaan air minum (SPAM) di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dan belum merata.
Beroperasinya SPAM Jatiluhur Tahap I merupakan langkah besar menuju tujuan untuk memberikan cakupan 100% layanan air perpipaan di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved