Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi Kereta Api dan Jalur Laut

Apul Iskandar Sianturi
12/1/2026 22:21
Stasiun Belawan Perkuat Mata Rantai Integrasi Kereta Api dan Jalur Laut
Stasiun Belawan(Dok.Istimewa)

DI tengah upaya pemerintah memperkuat sistem logistik nasional, Stasiun Belawan mengukuhkan posisinya sebagai titik krusial interaktor yang menjembatani angkutan rel dengan gerbang ekspor-impor laut. Integrasi ini bukan sekadar soal pemindahan barang, melainkan juga upaya menciptakan efisiensi waktu dan biaya yang kompetitif.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatra Utara Anwar Yuli Prastyo menyampaikan stasiun yang berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara tersebut memegang peranan krusial sebagai urat nadi distribusi komoditas unggulan Sumatra Utara menuju pasar global. 

Stasiun tersebut merupakan lokasi tujuan akhir kereta api yang mengangkut beberapa komoditi seperti Crude Palm Oil (CPO), lateks dan petikemas sebelum dikirim ke luar Sumatra Utara dengan angkutan laut.

"Setiap harinya Stasiun Belawan melayani rata-rata 22 perjalanan kereta api barang yang datang dan berangkat menuju berbagai wilayah," kata Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatra Utara Anwar Yuli Prastyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/1). 

Sebagai stasiun muara bagi kereta api barang selama 2025, Stasiun Belawan telah melayani sebanyak 83.760 ton CPO, 151.235 ton petikemas, dan 3.051 ton lateks yang dibawa dari berbagai wilayah sentra produksi, mulai dari Rantau Prapat, Asahan, hingga Lubuk Pakam dan sekitarnya, yang nantinya akan menjadi komoditas pemanfaatan eksport dan lokal.

“Sedangkan petikemas yang berhasil dimuat dan didistribusikan dari Stasiun Belaawan pada 2025 sejumlah 73.593 ton,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, stasiun ini terdapat fasilitas mesin bongkar untuk komoditi CPO dan juga lateks. Selain itu juga terdapat layanan pemuatan dan pembongkaran petikemas menggunakan alat berat seperti Reach Stacker.

Lokasi Stasiun Belawan yang berada di kawasan pesisir dengan ketinggian hanya +1,90 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat area stasiun menjadi langganan banjir rob genangan akibat air laut pasang yang kerap menggenangi kawasan tersebut sebulan sekali pada saat posisi bulan purnama.

"Meskipun jalur sering tergenang air rob karena lokasinya yang berada di pesisir, KAI Divre I Sumatera Utara memastikan operasional perjalanan kereta api sama sekali tidak terganggu," kata Anwar. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya