Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN keamanan korporasi saat ini menuntut respons yang cepat, terukur, dan dapat ditelusuri. Meskipun banyak organisasi telah dilengkapi dengan CCTV dan petugas keamanan, tantangan operasional masih kerap muncul, mulai dari keterlambatan pelaporan, bukti insiden yang tidak lengkap, koordinasi yang belum optimal, hingga proses verifikasi yang memakan waktu.
Menjawab tantangan tersebut, PT Nawakara Perkasa Nusantara (Nawakara) memperkuat ekosistem keamanan terintegrasi dengan menghubungkan Protectify, Nawakara Command Center (NCC), serta AI Analytics untuk CCTV, guna mendorong pengawasan yang lebih proaktif dan operasional yang akuntabel.
Product Solutions Division Head Nawakara Teguh Wibowo Senin (12/1) mengatakan bahwa melalui Protectify, seluruh aktivitas patroli dan pelaporan petugas di lapangan terdigitalisasi dalam alur kerja yang terstruktur. Petugas dapat melakukan check-in dan check-out, menjalankan rute patroli digital, serta mengirimkan laporan insiden secara real-time melalui perangkat mobile yang dilengkapi foto, lokasi GPS dan cap waktu.
"Seluruh data tersebut terhubung langsung ke pusat kendali untuk dipantau dan ditindaklanjuti. Protectify juga dilengkapi dengan fitur AI SmileCheck untuk validasi absensi biometrik, serta geofencing guna memastikan kehadiran dan patroli dilakukan sesuai area tugas yang telah ditetapkan," terangnya.
“Protectify kami rancang agar aktivitas lapangan tidak lagi berbasis asumsi. Klien dapat memantau kehadiran petugas, pelaksanaan patroli, hingga laporan kejadian secara transparan, lengkap dengan bukti serta jejak waktu yang jelas,” ucapnya.
Menurut Teguh, sebagai pusat koordinasi, NCC beroperasi selama 24/7 untuk memantau sinyal dari berbagai sistem keamanan, mengoordinasikan patroli digital, serta mengaktifkan respons cepat apabila terjadi insiden. NCC memonitor berbagai pemicu, seperti panic button, motion sensor, smoke detector, dan door contact, kemudian melakukan verifikasi situasi sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk koordinasi dengan unit respons cepat maupun pihak berwenang jika diperlukan.
“Command Center bukan sekadar ruang monitor, melainkan pusat pengambilan keputusan yang memastikan setiap potensi risiko ditangani secara cepat, memiliki alur eskalasi yang jelas, serta terdokumentasi dengan baik,” paparnya.
AI ANALYTICS
Penguatan ekosistem keamanan ini lanjut Teguh, turut didukung oleh penerapan AI Analytics pada CCTV yang mampu menganalisis video secara real-time dan menandai aktivitas yang memerlukan perhatian operator.
Teknologi ini mencakup fitur intrusion detection, people counting atau crowd monitoring, object detection, hingga PPE detection untuk mendukung kepatuhan keselamatan kerja di area berisiko.
Sistem AI tersebut dirancang fleksibel dan kompatibel dengan perangkat CCTV berstandar ONVIF, sehingga memungkinkan organisasi memaksimalkan infrastruktur yang telah dimiliki.
“AI Analytics kami hadir untuk membantu tim keamanan bekerja lebih presisi. Teknologi ini tidak menggantikan peran manusia, tetapi mengurangi noise dan mempercepat proses verifikasi sehingga respons dapat dilakukan dengan lebih tepat,” bebernya.
Melalui ekosistem keamanan terintegrasi ini kata Teguh, Nawakara menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi keamanan modern yang tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga pada kecepatan respons, akurasi data, serta akuntabilitas operasional bagi klien korporasi di berbagai sektor. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved