Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA domba yang masuk Indonesia dari sejumlah negara lain atau domba impor, dikeluhkan para peternak domba di Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, domba impor membuat domba lokal kurang laku di pasaran, dan harganya pun jatuh.
Keluhan tersebut disampaikan para peternak domba di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, yang merupakan sentra ternak domba di Kabupaten Brebes.
Seorang peternak asal Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Sabar Budianto, 41, menuturkan jika masuknya domba impor, juga mematahkan semangat para peternak yang saat ini sedang mengembangkan domba maupun kambing peranakan lokal.
“Konsumen atau pembeli lebih memilih domba impor, karena lebih gemuk dan dagingnya juga lebih banyak,” ujar Sabar, Minggu (11/1).
Hal senada juga diungkapkan peternak lain, Ikhsan Nurofik, 47. Menurut Ikhsan, saat ini peternak kecil juga tersaingi dengan munculnya para peternak yang memiliki modal lebih besar. “Kami memimta pemerintah untuk mengurangi impor domba atau tidak mengimpor sama sekali,” ujar Ikhsan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Ismu Subroto, mengaku pihaknya tengah mengupayakan agar peternak atau konsumen khususnya di Kabupaten Brebes, tidak lagi membeli domba impor. “Karena sebenarnya secara perhitungan ekonomis untuk merawat domba impor biayanya lebih mahal, dari pada domba lokal,” ujar Ismu Broto.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Brebes, meminta agar para peternak domba tetap mau mengembangkan domba lokal, agar harganya terdongkrak kembali. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved