Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Maraknya Domba Impor Dikeluhkan Pertnak di Brebes, Turunkan Harga

Supardji Rasban
12/1/2026 17:13
Maraknya Domba Impor Dikeluhkan Pertnak di Brebes, Turunkan Harga
Peternak tengah memberikan makan domba miliknya.(MI/Supardji Rasban)

MARAKNYA domba yang masuk Indonesia dari sejumlah negara lain atau domba impor, dikeluhkan para peternak domba di Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, domba impor membuat domba lokal kurang laku di pasaran, dan harganya pun jatuh.

Keluhan tersebut disampaikan para peternak domba di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, yang merupakan sentra ternak domba di Kabupaten Brebes.

Seorang peternak asal Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Sabar Budianto, 41, menuturkan jika masuknya  domba impor, juga mematahkan semangat para  peternak yang saat ini sedang mengembangkan domba maupun kambing  peranakan lokal.

“Konsumen atau pembeli lebih memilih domba impor, karena lebih gemuk dan dagingnya juga lebih banyak,” ujar Sabar, Minggu  (11/1).

Hal senada juga diungkapkan peternak lain, Ikhsan Nurofik, 47. Menurut Ikhsan, saat ini peternak kecil juga tersaingi dengan munculnya  para peternak yang memiliki modal lebih besar. “Kami memimta pemerintah untuk mengurangi impor domba atau tidak mengimpor sama sekali,” ujar Ikhsan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Ismu  Subroto, mengaku pihaknya tengah mengupayakan agar peternak atau  konsumen khususnya di Kabupaten Brebes, tidak lagi membeli domba impor. “Karena sebenarnya secara perhitungan ekonomis untuk merawat domba impor biayanya lebih mahal, dari pada  domba lokal,” ujar Ismu Broto.
 
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Brebes, meminta agar para peternak domba tetap mau mengembangkan domba lokal, agar harganya terdongkrak kembali. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya