Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
JENAZAH Praka Satria Taopan, yang gugur saat bertugas di Papua, tiba di rumah duka di Kelurahan Oepura, Kota Kupang, Sabtu (20/1) dini hari.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga, kerabat, dan rekan saat jenazah berbalut Bendera Merah Putih diturunkan dari ambulans
Praka Satria Taopan, 29, prajurit TNI AD Yonif 121 Macan Kumbang, gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Yomugaru, Papua Pegunungan, saat menjalankan tugas pengamanan wilayah.
Kepergian Praka Satria meninggalkan duka mendalam. Almarhum dikenal sebagai sosok berdedikasi, disiplin, dan pantang menyerah.
Ayah almarhum, Dominggus Taopan, mengatakan komunikasi terakhir dengan anaknya terjadi sehari sebelum kejadian.
Pesan yang paling dikenang keluarga adalah permintaan Praka Satria saat Natal 25 Desember 2025 agar orang tuanya bertemu keluarga tunangannya, seiring rencana pernikahan pada Juni 2026.
Sejak kecil, almarhum dibesarkan dalam kebiasaan doa pagi. Namun pada hari kejadian, pesan sang ibu tak berbalas hingga kabar duka diterima keluarga sekitar pukul 08.00 Wita.
Proses evakuasi jenazah berlangsung sulit akibat cuaca dan kondisi keamanan. Jenazah dievakuasi berjalan kaki sekitar lima kilometer menuju pos terdekat sebelum diterbangkan ke Timika dan dibawa ke Kupang.
Di mata keluarga, Praka Satria dikenal ramah dan memiliki semangat juang tinggi. Ia lulus menjadi prajurit TNI AD pada 2018 setelah sembilan kali mengikuti seleksi. Meski kehilangan anak tercinta, keluarga berusaha ikhlas. “Sebagai tentara, dia bilang tugasnya menjaga keutuhan negara,” kata Dominggus.(H-2)
Kedua prajurit yang gugur dalam tugas itu, yakni Prajurit Kepala (Praka) Zaenal Mutaqim (TNI AL) dan Prajurit Satu (Pratu) Johari Alfarizi (TNI AD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved