Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 3.924 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, Senin (5/1). Upacara penyerahan SK yang digelar di Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, itu diwarnai euforia, namun juga menyisakan satu cerita mengharukan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyebut pengangkatan ini sebagai "hadiah tahun baru" dari pemerintah daerah bagi para pegawai yang telah lama mengabdi. Ratusan guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis pun tampak sumringah menyambut status baru mereka.
"Kami bangga kepada kalian semua. Pemerintah tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa kolaborasi seluruh pegawai," ujar Talenrang dalam sambutannya.
Namun, di balik sorak-sorai ribuan pegawai, ada seorang perempuan berusia 58 tahun yang hadir dengan perasaan campur aduk. Dia adalah Hawatiah, yang baru saja menerima SK PPPK setelah hampir 26 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa.
Ironisnya, SK yang ditunggu puluhan tahun itu justru menjadi pertanda berakhirnya masa kerjanya. Aturan mengenai batas usia pensiun membuat Hawatiah yang sudah menjadi honorer sejak tahun 2000 harus langsung memasuki masa pensiun setelah pelantikan.
"Saya bersyukur, tapi ya sedih juga. Sudah menunggu 25 tahun lebih, dapat SK-nya hari ini. Ini langusng pensiun karena umurnya sudah cukup kemarin. Tidak sempat menikmati gaji sebagai PPPK," ucap Hawatiah dengan suara lirih.
Selama lebih dari dua dekade, Hawatia bekerja sebagai tenaga penyuluh keluarga berencana. Tugasnya menuntutnya untuk berkeliling dari rumah ke rumah memberikan penyuluhan kepada warga, dengan imbalan yang sangat minim.
Sofyan Daud, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa, mengaku proses pengusulan Hawatiah telah dilakukan jauh sebelum batas usia pensiunnya tiba. Pemerintah daerah, kata dia, tetap memberikan penghargaan atas pengabdian panjang Hawatia meski waktunya bersinggungan dengan pensiun.
"Kami telah mengusulkan berkas Ibu Hawatiah. Kami turut merasakan perjuangannya. Meski langsung pensiun, kami berikan penghargaan dan cenderamata atas dedikasi 26 tahun ini," jelas Sofyan.
Ia juga mengaku, sempat dihubungi Hawatiah, berkonsultasi, apakah harus datang atau tidak untuk menerima SK. "Saya bilang, datang saja, minimal mersakan menggunkan baju Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia," aku Sofyan.
Kisah Hawatia menjadi catatan tersendiri dalam perhelatan besar pengangkatan ribuan PPPK di Gowa. Di satu sisi, kebijakan ini menjadi angin segar bagi ribuan pegawai honorer yang mengais kepastian. Di sisi lain, nasib pegawai senior seperti Hawatia mengingatkan pada persoalan klasik kepegawaian di daerah: antrean panjang yang kerap berujung pada waktu yang terbatas.
Bupati Talenrang berpesan kepada seluruh penerima SK untuk menjaga amanah baru ini. "Saudara-saudara semua adalah bagian dari keluarga besar ASN Pemkab Gowa. Kita memikul amanah yang sama, yaitu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya," tutupnya. (H-2)
Pemerintah Kota Ternate melantik sebanyak 3.584 tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu formasi tahun 2025
Wakil Gubernur Kepri mengatakan pengangkatan ini adalah bentuk kepercayaan pemerintah terhadap dedikasi, kompetensi, dan integritas para pegawai.
Diharapkan PPPK yang dilantik ini mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjadi bagian yang memperkuat budaya kerja di Universitas Palangka Raya.
SEBUAH video kecelakaan yang nyaris menjadi bencana jiwa viral di media sosial. Sebuah truk yang mengangkut puluhan siswi SMP tiba-tiba terbalik di sebuah tanjakan di Gowa, Sulsel.
Tersangka adalah US yang merupakan Direktur Rumah Sakit Syekh Yusuf, SU sebagai Wakil Direktur Rumah Sakit, dan SA yang merupakan mantan direktur rumah sakit.
MEDIA sosial dihebohkan oleh pemandangan dua bocah yang memungut snack pejabat di Gowa, Sulawesi Selatan. Simak kisah pilu Syamsul dan Aidil usai upacara HUT ke-80 RI.
Manfaat pelaksanaan Beautiful Malino dirasakan oleh salah satu pemilik warung lokal di sekitar Malino.
Hanya saja, orang tersebut masih masih daftar pencarian orang (DPO) Polres Gowa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved