Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kota Semarang optimistis momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) akan menjadi kunci keberhasilan Ibu Kota Jawa Tengah tersebut dalam melampaui target kunjungan wisatawan tahun ini sebesar 7,9 juta orang.
Lonjakan arus pelancong yang terus mengalir ke berbagai destinasi unggulan diyakini mampu menutup sisa target kunjungan yang ditetapkan.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia pada Jumat (26/12), sejumlah destinasi wisata di Kota Semarang dipadati pengunjung, baik dari wilayah sekitar Jawa Tengah maupun luar provinsi.
Kepadatan terlihat menonjol di objek wisata publik seperti kawasan Kota Lama, Kampung Melayu, Pecinan, hingga Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Tak hanya objek wisata gratis, destinasi berbayar seperti Semarang Zoo, Lawang Sewu, dan Sam Poo Kong juga menjadi magnet bagi wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara sejak dimulainya masa libur pada Sabtu (20/12) lalu.
"Mumpung pulang kampung ke Semarang, kami sekalian berwisata," ujar Ratih, 50, warga Bekasi yang ditemui saat mengunjungi Lawang Sewu.
Antusiasme senada diungkapkan Yosep, 45, warga Tangerang yang merayakan Natal di Kendal. Ia menyempatkan waktu untuk menjelajahi Kota Semarang sebagai agenda rutin keluarga setiap akhir tahun. Meski cuaca kerap diguyur hujan, semangat para pelancong tetap tinggi untuk bernostalgia di Kota Atlas.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan optimismenya bahwa libur akhir tahun ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian sektor pariwisata.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
"Kami hanya membutuhkan sekitar 300 ribu kunjungan lagi untuk memenuhi target 7,9 juta orang. Dengan tren kunjungan saat libur Nataru yang sangat tinggi, saya optimistis target tahun 2025 tidak hanya akan terpenuhi, tetapi juga dapat terlampaui," jelas Agustina, Jumat (26/12).
Capaian tersebut, lanjut Agustina, merupakan akumulasi dari berbagai daya tarik wisata yang tersebar di seluruh penjuru kota. Pemerintah Kota Semarang pun menargetkan pertumbuhan sektor pariwisata pada 2025 meningkat sebesar 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren positif ini diharapkan menjadi indikator kuat kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata di Kota Semarang pascapandemi dan dinamika ekonomi global. (P-5)
Berdasarkan data operasional per 2 Januari 2026, dari total 18 cabang yang mengoperasikan rute Antar Kota (AKAP), tingkat keterisian (okupansi) mencapai 81% secara nasional.
Sejumlah pendaki bersiap melakukan pendakian ke Gunung Merbabu melalui jalur Dusun Thekelan, Desa Batur, Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved