Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Cegah Kematian Gajah Sumatra Akibat Virus EEHV, Kemenhut Gandeng Vantara dari India

Al Abrar
22/12/2025 19:56
Cegah Kematian Gajah Sumatra Akibat Virus EEHV, Kemenhut Gandeng Vantara dari India
Tim gabungan melakukan evaluasi kesehatan gajah di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Riau.(Dok. Istimewa)

GAJAH Sumatra bernama Laila meninggal di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Bengkalis, Riau. Gajah betina berusia 1 tahun 6 bulan tersebut meninggal akibat infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

Mencegah hal serupa terjadi, Menteri Kehutanan Raja Antoni meminta bantuan Fauna Land Indonesia untuk mendatangkan dokter gajah dari Vantara di India. Vantara adalah pusat penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi satwa liar raksasa di Jamnagar, Gujarat, India dengan salah satu Rumah Sakit Gajah tercanggih di dunia

“Saya sudah kontak teman di India bisa menemukan antivirus itu, tinggal  studinya apakah cocok atau tidak dengan gajah kita. Cuma saat ini sudah ada progres. Mereka bahkan mau kasih gratis jika cocok  dengan gajah kita. Tinggal satu step riset lagi,” kata Raja Antoni di Sebanga.

Sesuai arahan Menhut, hari ini tanggal 22 Des 2025, Fauna Land Indonesia bersama Tim Vantara India hadir di Riau. Kedatangan mereka guna melakukan analisis medis dan melakukan tindakan preventif terhadap penyebaran virus EEHV.

“Kami mengunjungi-mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina di Balai Besar KSDAE Riau, bersama dengan tim dari Vantara dari India untuk bersama-sama mengevaluasi kondisi Gajah yang di captivity. Karena kita tahu beberapa waktu lalu ada kejadian, misalnya anak gajah yang meninggal karena virus EEHV,” kata Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, Senin (22/12).

Menurutnya, pencegahan kematian gajah akibat infeksi EEHV memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, terutama dalam mendeteksi gejala sejak dini. Satyawan berharap kerja sama ini dapat menyelamatkan populasi gajah Sumatra yang bukan hanya terancam akibat kehilangan rumah ekosistem mereka, tapi juga ancaman EEHV.

“Kita perlu pengetahuan yang cukup. Perlu ada keterampilan yang cukup. Kita bekerja sama dengan mitra kita dari luar negeri,” jelasnya.

Meski kerja sama ini dimulai di Buluh Cina, upaya preventif juga akan menjangkau seluruh kantong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo, Sebanga, Waykambas dan lokasi lainnya.

Sementara itu, CEO Fauna Land Indonesia Danny Gunalen menyatakan pihaknya siap mendukung pemerintah dalam survei dan penanganan kesehatan gajah. Fauna Land bertindak sebagai mitra Vantara di Indonesia.

“Kami membantu kementerian melakukan survei kesehatan gajah di TWA Buluh Cina. Vantara adalah salah satu rescue center dan rumah sakit gajah terbesar di dunia,” tutur Danny.

Ia menambahkan, tim dokter spesialis gajah dari India telah melakukan diagnosis awal, mempelajari kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah di lokasi tersebut, terutama setelah merebaknya penyakit herpes.

“Kami sudah melihat mendiagnosa, mempelajari kondisi dan wellfare Gajah ini, dan kami akan melakukan langkah-langkah berikutnya, preventif measurement dari medis dan akan berkala ini,” pungkas Danny. (MTVN/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya