Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menteri KKP Lepas Ekspor Teri Nasi Ke Jepang

Haryanto Mega
21/12/2025 13:34
Menteri KKP Lepas Ekspor Teri Nasi Ke Jepang
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono melepas ekstor teri ke Jepang di Kampus UNDIP Jepara.(MI/Haryanto Mega)


UNIVERSITAS Diponegoro (Undip) secara resmi mengekspor produk teri nasi ke Jepang, Sabtu (20/12). Pelepasan ekspor dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono di Kampus UNDIP Jepara. Produk teri nasi tersebut merupakan hasil inkubasi bisnis Undip yang bekerja sama dengan mitra industri, CV Karimun Mina Sejahtera.

Didampingi Rektor Undip Suharnomo,dan disaksikan pimpinan universitas dan civitas akademika, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa ekspor teri nasi harus dikembangkan sebagai bisnis yang berkelanjutan. 

Menurutnya, meningkatnya permintaan global harus diimbangi dengan kesiapan riset, produksi, dan konservasi sumber daya laut. “Ini harus menjadi bisnis yang berkelanjutan karena permintaan akan terus meningkat. Perguruan tinggi seperti Undip harus mampu menjamin kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman,” ujarnya. 

Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi budi daya dan riset konservasi perikanan. “Perguruan tinggi harus mampu melakukan hatchery, budi daya, serta riset keberlanjutan dan konservasi sumber daya laut,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Undip Suharnomo menyampaikan bahwa Undip telah menyiapkan langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan ekspor teri nasi melalui kerja sama dengan Kanazawa University, Jepang, serta mitra industri.

“UNDIP bersama mitra industri mendidik para tenant di Jepara dan memberdayakan nelayan agar mampu menghasilkan teri nasi dengan kualitas sesuai standar Jepang,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini Undip masih terus melakukan penguatan proses bisnis dan standar produksi. Program keberlanjutan dan konservasi ditargetkan mulai berjalan pada awal 2026.

“Pasar Jepang sangat besar, tetapi menuntut konsistensi kualitas dan keberlanjutan. Kami berharap kolaborasi dengan dunia industri dapat terus berjalan,” katanya.

INKUBASI BISNIS UNDIP
Direktur Utama CV Karimun Mina Sejahtera, Dwi Lestari, mengungkapkan bahwa program inkubasi bisnis Undip memberikan dampak sosial yang signifikan, terutama bagi pekerja perempuan.

“Kami memiliki 52 karyawan dan seluruhnya perempuan. Sekitar 50 persen merupakan janda dan sebagian putus sekolah. Program ini sangat membantu peningkatan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Pada ekspor kali ini, lebih dari 7 ton teri nasi dikirim ke Jepang. Pihak importir disebut tidak membatasi kuota pengiriman. Hingga kini, Undip bersama mitra industri telah melakukan empat kali ekspor teri nasi ke Jepang, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong riset aplikatif dan bisnis perikanan berkelanjutan.(E-2). 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya