Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Hampir sebulan pasca-banjir bandang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, luka mendalam masih membekas pada sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Merespons keterpurukan tersebut, Dompet Peduli Media Group bersama Yayasan Sukma melakukan aksi nyata dengan menerjunkan sedikitnya 400 relawan untuk membantu pemulihan kawasan terdampak, khususnya di Provinsi Aceh.
Gabungan relawan ini terdiri dari tenaga pendidik, siswa SMA (pengurus OSIS), karyawan Sekolah Sukma Bangsa, serta personel berpengalaman dari Media Group dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Aksi kolaboratif ini turut didukung oleh mitra strategis seperti Wings dan Cap Lang.
Direktur Kerja Sama Antarlembaga Yayasan Sukma, Victor Yasadhana, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjamin pemenuhan gizi para penyintas. Dompet Peduli Media Group menyalurkan ratusan paket nasi bungkus segar siap santap ke lokasi-lokasi paling terisolasi di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, hingga Aceh Utara.
“Relawan kami sudah bekerja mulai pukul 02.00 WIB dini hari untuk menyiapkan sarapan pagi agar pukul 07.00 WIB sudah sampai di tangan warga. Ini krusial karena warga tidak mungkin memasak; dapur mereka rusak dan sumber air bersih masih krisis,” ujar Victor kepada Media Indonesia, Sabtu (20/12).
Produksi makanan dilakukan di tiga titik dapur mandiri, yakni Sekolah Sukma Bangsa di Pidie, Bireuen, dan Lhokseumawe, untuk kemudian didistribusikan hingga radius 30 kilometer ke lokasi terdampak.
Yayasan Sukma kini tengah mempersiapkan perekrutan relawan tenaga kependidikan. Program ini ditujukan untuk memastikan proses belajar mengajar anak-anak korban banjir tidak terhenti.
Victor, yang merupakan lulusan UGM, menyebut bahwa relawan akan diprioritaskan dari kalangan mahasiswa semester akhir atau sarjana pendidikan. “Kami ingin memastikan kedaulatan pendidikan tetap tegak di tengah bencana. Kami sedang memfinalisasi kerja sama dengan donatur untuk merekrut mereka yang memiliki konsentrasi tinggi pada kebangkitan pendidikan pascabencana,” pungkasnya. (MR/P-5)
BENCANA Hidrometerologi yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat pada akhir November 2025.
Fenty Effendy baru saja merilis buku terbarunya berjudul Untold Story: Bawa Mereka Pulang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved