Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menteri Fadli Zon Komitmen Revitalisasi Gedung Sarekat Islam Semarang pada 2026

Haryanto Mega
20/12/2025 10:12
Menteri Fadli Zon Komitmen Revitalisasi Gedung Sarekat Islam Semarang pada 2026
.(MI/Haryanto)

Kementerian Kebudayaan memastikan akan melakukan revitalisasi total terhadap Gedung Sarekat Islam (SI) yang berlokasi di Kampung Gendong, Kelurahan Sarirejo, Semarang Timur, pada tahun 2026. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, saat meninjau kondisi fisik bangunan bersejarah tersebut, Jumat (19/12).

Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, untuk melihat langsung kerusakan serta potensi pengembangan gedung yang menjadi saksi bisu pergerakan nasional Indonesia itu.

Fadli Zon menekankan bahwa Gedung SI bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol perlawanan dan konsolidasi tokoh-tokoh bangsa di masa lalu. Gedung seluas 1.000 meter persegi ini tercatat pernah menjadi markas pergerakan Sarekat Islam serta saksi kunci dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang.

"Revitalisasi ini tidak hanya soal perbaikan fisik, tetapi bagaimana mengembalikan muruah gedung ini agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami akan berkoordinasi dengan Pemkot, pihak yayasan, dan komunitas budaya," tegas Fadli.

Berdasarkan hasil tinjauan, meski terdapat kerusakan pada atap yang bocor dan dinding yang mulai tergerus akar pohon, Fadli menyebut keaslian bangunan masih terjaga sekitar 70–80 persen. Struktur kayu jati orisinal, bentuk atap yang khas, hingga tulisan ikonik "S.I." di fasad bangunan masih terawat dengan baik.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut antusias rencana kementerian tersebut. Ia memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan berperan aktif dalam perawatan dan aktivasi gedung setelah proses pemugaran selesai.

“Pemkot Semarang siap ikut merawat Gedung Sarekat Islam pada 2026. Harapannya, gedung ini bisa kembali hidup sebagai pusat edukasi, ruang kreatif, dan kegiatan sosial bagi masyarakat,” ujar Agustina.

Ia juga menekankan pentingnya kaidah pelestarian cagar budaya dalam proses pemugaran. Mengingat gedung ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Tingkat Kota sejak 2014, pelibatan tenaga ahli bersertifikat dan peran serta warga sekitar menjadi prioritas utama.

Revitalisasi ini diharapkan mampu memperkuat identitas Semarang sebagai salah satu poros kota pergerakan di Indonesia. Selain menjadi destinasi wisata sejarah, Gedung SI nantinya akan diproyeksikan sebagai ruang dialog dan pembelajaran bagi generasi muda agar lebih mengenal akar sejarah perjuangan bangsa di ibu kota Jawa Tengah tersebut. (HT/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya