Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Saat 70 Pasien Gangguan Jiwa Bersihkan 20 Titik Sampah Liar di Tasikmalaya

Kristiadi
18/12/2025 19:54
Saat 70 Pasien Gangguan Jiwa Bersihkan 20 Titik Sampah Liar di Tasikmalaya
.(MI/Kristiadi)

Sebuah ironi terjadi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Di tengah keterbatasan jumlah petugas kebersihan ("Pasukan Kuning") dan rendahnya kesadaran warga "normal" dalam membuang sampah, puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) justru turun tangan membersihkan kota.

Sebanyak 70 ODGJ dengan kondisi stabil dari Yayasan Mentari Hati melakukan aksi pungut sampah di 20 titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar di sepanjang jalan protokol dan berbagai sudut kota, Kamis (18/12).

Ketua Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus sindiran halus bagi warga yang masih membuang sampah sembarangan. Menurutnya, tumpukan sampah di pinggir jalan tidak hanya merusak estetika dan kesehatan, tetapi juga mengundang bencana banjir dan longsor.

"Banyak warga yang dianggap normal namun belum sadar lingkungan. Mereka membuang sampah sembarangan hingga menciptakan suasana kumuh dan bau. Atas dasar itu, para pasien kami yang sudah stabil turun ke jalan, memungut sampah, dan langsung membuangnya ke TPA Ciangir," ujar Dadang.

Saat ini, Yayasan Mentari Hati menampung 258 pasien, di mana 70 orang di antaranya sudah dalam kondisi stabil dan mampu beraktivitas sosial. Aksi bersih-bersih ini merupakan kali ketujuh yang mereka lakukan sebagai bagian dari terapi sekaligus edukasi bagi publik.

Pemerintah Kota Tasikmalaya mengakui kesulitan dalam memberantas TPS liar di wilayahnya. Upaya preventif seperti pemasangan spanduk larangan hingga penindakan oleh Satpol PP dinilai belum memberikan efek jera yang signifikan.

Kepala Bidang Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Yayasan Mentari Hati. Ia berharap aksi para ODGJ ini dapat menyentuh nurani masyarakat luas.

"Kami sangat mengapresiasi bantuan para penyandang ODGJ ini. Mereka saja sadar bahwa tumpukan sampah itu sumber penyakit dan potensi bencana. Sangat ironis jika masyarakat yang sehat akal justru tidak terwujud kesadarannya. Mudah-mudahan aksi ini menjadi tamparan bagi kita semua untuk lebih sadar diri," tegas Feri.

Aksi gotong royong yang melibatkan DLH, Dinas Sosial, dan Yayasan Mentari Hati ini diharapkan tidak hanya sekadar membersihkan tumpukan sampah sesaat, tetapi mampu mengubah perilaku warga agar Tasikmalaya kembali bersih dan asri. (AD/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya