Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah ironi terjadi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Di tengah keterbatasan jumlah petugas kebersihan ("Pasukan Kuning") dan rendahnya kesadaran warga "normal" dalam membuang sampah, puluhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) justru turun tangan membersihkan kota.
Sebanyak 70 ODGJ dengan kondisi stabil dari Yayasan Mentari Hati melakukan aksi pungut sampah di 20 titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar di sepanjang jalan protokol dan berbagai sudut kota, Kamis (18/12).
Ketua Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus sindiran halus bagi warga yang masih membuang sampah sembarangan. Menurutnya, tumpukan sampah di pinggir jalan tidak hanya merusak estetika dan kesehatan, tetapi juga mengundang bencana banjir dan longsor.
"Banyak warga yang dianggap normal namun belum sadar lingkungan. Mereka membuang sampah sembarangan hingga menciptakan suasana kumuh dan bau. Atas dasar itu, para pasien kami yang sudah stabil turun ke jalan, memungut sampah, dan langsung membuangnya ke TPA Ciangir," ujar Dadang.
Saat ini, Yayasan Mentari Hati menampung 258 pasien, di mana 70 orang di antaranya sudah dalam kondisi stabil dan mampu beraktivitas sosial. Aksi bersih-bersih ini merupakan kali ketujuh yang mereka lakukan sebagai bagian dari terapi sekaligus edukasi bagi publik.
Pemerintah Kota Tasikmalaya mengakui kesulitan dalam memberantas TPS liar di wilayahnya. Upaya preventif seperti pemasangan spanduk larangan hingga penindakan oleh Satpol PP dinilai belum memberikan efek jera yang signifikan.
Kepala Bidang Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Yayasan Mentari Hati. Ia berharap aksi para ODGJ ini dapat menyentuh nurani masyarakat luas.
"Kami sangat mengapresiasi bantuan para penyandang ODGJ ini. Mereka saja sadar bahwa tumpukan sampah itu sumber penyakit dan potensi bencana. Sangat ironis jika masyarakat yang sehat akal justru tidak terwujud kesadarannya. Mudah-mudahan aksi ini menjadi tamparan bagi kita semua untuk lebih sadar diri," tegas Feri.
Aksi gotong royong yang melibatkan DLH, Dinas Sosial, dan Yayasan Mentari Hati ini diharapkan tidak hanya sekadar membersihkan tumpukan sampah sesaat, tetapi mampu mengubah perilaku warga agar Tasikmalaya kembali bersih dan asri. (AD/P-5)
Dokumen tersebut mencakup kajian mendalam mengenai Pengelolaan Sampah di Kota Sorong dan Penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kala kesibukan kota berlangsung penuh dinamis di sepanjang Senin (22/12), Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Solo menjadi saksi bisu momen haru dan hangat pada peringatan Hari Ibu.
Manajemen Griya PMI Solo, memanfaatkan kesempatan untuk mensosialisasikan kebijakan terbaru, bertajuk Terminasi Layanan, bertepatan perayaan Hari Ibu 2025.
Jaringan Swiss-Belhotel International wilayah Yogyakarta, Solo dan Semarang menggelar kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Kebahagiaan di Griya PMI Peduli” pada Kamis (13/11)
PERHATIAN terhadap anak yatim piatu, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta keluarga pra-sejahtera di Indonesia disebut harus terus ditingkatkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved