Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Permukiman Warga Lima Kampung di Desa Cidadap Tergerus Banjir Luapan Sungai

Benny Bastiandy
18/12/2025 16:15
Permukiman Warga Lima Kampung di Desa Cidadap Tergerus Banjir Luapan Sungai
Relawan PMI Kabupaten Sukabumi turut menangani dampak banjir yang menggerus permukiman warga.(MI/Benny Bastiandy)

DAMPAK bencana hidrometeorologi di Desa Cidadap Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, makin meluas. Meluapnya aliran Sungai Cidadap yang dipicu curah hujan tinggi mengakibatkan permukiman warga di lima kampung turut terdampak.

Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, dampak bencana di wilayah tersebut mengakibatkan 16 bangunan rumah warga hanyut terbawa arus deras, 23 kepala keluarga terisolasi, 75 kepala keluarga mengungsi, dan bangunan sekolah serta tempat ibadah kondisinya rusak.

Bencana di Desa Cidadap terjadi di Kampung Sawah Tengah RT 006/015, Kampung Babakan Cisarua RT 002/015, Kampung Cipanas RT 005/014, Kampung Cikadaka RT 003/014, dan Kampung Cisarua RT 003/015.

"Kejadian di Desa Cidadap dipicu hujan deras sejak Senin dinihari (15/12). Debit air yang tinggi mengakibatkan Sungai Cidadap meluap. Hingga Rabu (17/12), permukiman warga masih terendam banjir. Ada belasan rumah yang hanyut akibat abrasi sungai," kata Humas PMI Kabupaten Sukabumi, Aril Solehudin, Kamis (18/12).

Data hasil asesmen PMI dan BPBD masih bersifat sementara. Pasalnya, sampai saat ini curah hujan masih cukup tinggi. "Kami masih melakukan pendataan sekaligus penanganan di lokasi," terangnya.

Hingga saat ini, relawan PMI bersama personel BPBD, petugas gabungan, serta warga setempat masih melakukan penanganan darurat. Termasuk membantu memindahkan warga ke tempat lebih aman.

"Relawan Sibat PMI Kabupaten Sukabumi dari Desa Cidadap langsung segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu evakuasi korban banjir serta memberikan imbauan kepada warga," pungkasnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya