Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BPBD bersama unsur TNI, Polri dan relawan terus melakukan asesmen serta penyisiran ke wilayah terdampak banjir Cirebon. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko, menjelaskan bahwa saat ini fokus mereka yaitu melakukan evakuasi warga terdampak banjir Cirebon dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
“Kami sudah menyalurkan bantuan awal berupa berupa selimut dan juga menyiapkan logistik bagi warga terdampak banjir,” tutur Hadi, Senin (15/12).
Namun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan warga terdampak banjir antara lain kebutuhan air bersih, sanitasi, makanan siap saji, serta pembersihan lumpur dan sampah pascabanjir.
“Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan,” tutur Hadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 22 desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon terendam banjir. Banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan durasi yang lama, baik di wilayah Cirebon maupun di daerah hulu, Kabupaten Kuningan, Sabtu (13/12) malam. Hujan deras dan dalam waktu yang lama menyebabkan beberapa sungai di Kabupaten Cirebon meluap.
Untuk warga yang terdampak banjir, BPBD Cirebon mencatat sebanyak 6.530 kepala keluarga (KK) atau 1.843 orang terdampak banjir yang merendam 22 desa dan kelurahan di 10 kecamatan, sepanjang 13–14 Desember 2025. “Ada 15 orang yang terpaksa harus mengungsi,” tutur Hadi. Namun banjir di Kabupaten Cirebon tidak menyebabkan terjadinya korban jiwa.
Banjir, lanjut Hadi, mulai masuk ke permukiman warga pada Sabtu (13/12) sekitar pukul 23.00 WIB dengan tinggi muka air mulai 10 cm hingga mencapai 100 cm yang mengakibatkan rumah dan jalan warga terendam. “Wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup besar berada di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, dengan lebih dari 4.000 jiwa terdampak,” jelas Hadi.
Selain berdampak pada permukiman, banjir juga merendam 1.306 unit infrastruktur dan fasilitas umum. Sejumlah sekolah, tempat ibadah, hingga tempat usaha turut terendam air. BPBD Kabupaten Cirebon juga mencatat adanya kerusakan tanggul penahan sungai di Desa Kebarepan. (H-3)
BANJIR meluas di Cirebon, Jawa Barat, puluhan keberangkatan kereta api yang melintas di Cirebon dibatalkan
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cirebon menetapkan status siaga bencana banjir di musim penghujan ini.
Petambak di Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, merugi ratusan juga akibat banjir yang menerjang tambak. Modal usaha mereka habis tersapu banjir.
Banjir yang kerap menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, di antaranya disebabkan tingkat sedimentasi sungai yang tinggi.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved