Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Imigrasi Kelas I TPI Palu mencatat lonjakan signifikan permohonan paspor sepanjang 2025. Selama periode Januari hingga Desember, Imigrasi Palu menerbitkan 11.773 paspor, jauh melampaui target tahunan yang ditetapkan sebanyak 7.000 permohonan.
Kepala Kantor Imigrasi Palu, Pungki Handoyo, menyebut capaian tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian ke luar negeri sekaligus menunjukkan kinerja layanan keimigrasian yang semakin optimal di Sulawesi Tengah.
“Capaian tahun ini sangat menggembirakan. Dari target 7.000 paspor, realisasinya mencapai 11.773 permohonan,” katanya, Sabtu (14/12).
Selain menerbitkan paspor, Imigrasi Palu juga membatalkan 46 permohonan sepanjang tahun.
Pungki menjelaskan, pembatalan dilakukan setelah petugas menemukan ketidaksesuaian keterangan pemohon saat proses wawancara.
“Sebagian besar pembatalan karena pemohon tidak memberikan keterangan yang sebenarnya. Ada yang mengaku untuk wisata, padahal berniat bekerja di luar negeri,” ungkapnya.
Pembatalan juga terjadi pada permohonan dengan tujuan ibadah umrah yang belum memenuhi persyaratan pembayaran.
Menurut Pungki, tahapan wawancara menjadi aspek krusial dalam menentukan kelayakan penerbitan paspor, sekaligus sebagai langkah pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Perkuat Layanan Paspor
Untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat, Imigrasi Palu menghadirkan layanan Paspor Siaga, yakni layanan percepatan bagi pemohon dengan keperluan mendesak, seperti kondisi sakit atau kepentingan kemanusiaan.
Selain itu, tersedia pula Paspor Simpati yang ditujukan bagi pemohon berkebutuhan khusus.
Tingginya permohonan paspor tidak hanya berasal dari Kota Palu, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Tolitoli, Buol, hingga Poso.
Hal ini, menurut Pungki, menjadi indikator meningkatnya mobilitas masyarakat Sulawesi Tengah ke luar negeri.
“Kami juga turun langsung ke daerah untuk mempermudah akses layanan paspor. Antusiasme masyarakat sangat baik, termasuk dari Poso dan wilayah sekitarnya,” tandasnya.
Ke depan, Imigrasi Palu menargetkan peningkatan kualitas layanan melalui program jemput bola, edukasi publik yang berkelanjutan, serta penguatan pengawasan keimigrasian guna mencegah penyalahgunaan dokumen perjalanan. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved