Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Di Kamojang, Petani Mengolah Biji Kopi dengan Panas Bumi

Iis Zatnika
12/12/2025 18:48
Di Kamojang, Petani Mengolah Biji Kopi dengan Panas Bumi
Teknik roasting biji kopi dengan panas bumi pertama dan satu-satunya di dunia, menghasilkan efisiensi proses, konsistensi kualitas biji kopi, serta pengurangan signifikan emisi karbon.(Dok Istimewa)

Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) berpartisipasi dalam Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) 2025 pada 3 - 5 Desember di Makuhari Messe, Tokyo, Jepang. Keikutsertaan ASKI didukung Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin).

ASKI secara resmi memperkenalkan Geothermal Coffee Producers (GCP) Kamojang, Kabupaten Bandung,  Jawa Barat. GCP Kamojang merupakan kelompok produsen kopi dari wilayah Kamojang yang mengembangkan kopi dengan metode pengeringan menggunakan energi panas bumi (geothermal energy) dalam proses pengolahan pascapanen. 

Teknik ini pertama dan satu-satunya di dunia, menghasilkan efisiensi proses, konsistensi kualitas biji kopi, serta pengurangan signifikan emisi karbon. Sejumlah peluang pasar baru diperoleh selama pameran, mulai pertemuan dengan pelaku impor dan distributor Jepang hingga kesepakatan ekspor. 

"Ini menjadi langkah awal memperluas distribusi kopi premium berbasis energi geothermal ke pasar internasional. Keberhasilan ini menegaskan tingginya minat pasar Jepang terhadap kopi Indonesia yang unggul secara kualitas dan menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan," kata  Ketua Umum Asosisasi Kopi Indonesia (ASKI) Irsan.

ASKI, kata Irsan, menghimpun petani hingga pegiat kopi yang bertujuan mengangkat kualitas dan membawa kopi Indonesia ke panggung dunia. Anggota dan kegiatannya meliputi seluruh rantai pasok kopi mulai dari petani hingga penikmat, serta aktif mempromosikan, mengedukasi, dan berkolaborasi untuk memajukan industri kopi nasional. (X-8)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik