Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah didesak segera memprioritaskan penyediaan tempat pengungsian yang ramah perempuan, menyusul tingginya frekuensi bencana banjir dan tanah longsor di Indonesia, termasuk yang kini terjadi di Sumatera. Perempuan dinilai menjadi kelompok paling rentan menghadapi berbagai risiko dan ancaman di tempat penampungan.
Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Airlangga (UNAIR), Myrtati Dyah Artaria, mengatakan bahwa situasi pengungsian seringkali menciptakan ruang yang tidak aman bagi perempuan.
"Situasi pengungsian yang seharusnya menjadi tempat perlindungan sementara, nyatanya masih menyimpan berbagai risiko bagi perempuan. Perlu adanya lokasi pengungsian ramah perempuan," kata Myrtati di Surabaya, Rabu (10/12).
Myrtati menjelaskan bahwa bencana kerap melemahkan struktur perlindungan sosial, di mana setiap orang fokus pada penyelamatan diri. Dalam kondisi perlindungan yang longgar inilah, peluang oknum untuk memanfaatkan kerentanan perempuan muncul.
Perubahan lingkungan sosial yang tiba-tiba, seperti ketika perempuan yang terbiasa berada di ruang privat dipaksa bercampur dengan banyak orang, juga dapat memicu situasi rawan.
Oleh karena itu, Myrtati menekankan bahwa pendekatan empatik adalah kunci dalam pendampingan. "Mereka yang membantu harus bisa menempatkan diri pada posisi para pengungsi. Prioritasnya adalah memenuhi kebutuhan paling mendesak, lalu kebutuhan spesifik lainnya," ujarnya.
Agar pengungsian aman dan ramah perempuan, Prof Myrtati menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan spesifik, yang mencakup beberapa indikator, seperti memastikan keamanan, privasi, dan martabat perempuan tetap terjaga, sesuai dengan norma-norma yang mereka pegang.
Lalu penyediaan perlengkapan kebersihan pribadi yang memadai (menstrual hygiene kit). Akses mudah ke pelayanan kesehatan, termasuk dukungan kesehatan reproduksi dan psikologis, juga diperlukan.
Lalu perlu ada mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia untuk insiden kekerasan, serta staf yang terlatih dalam pencegahan dan respons terhadap Kekerasan Berbasis Gender (KBG). (FL/P-5)
Aksi kolaboratif ini menjadi simbol kuat bahwa stabilitas dan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang memerlukan kerja sama erat dari seluruh unsur keamanan.
Selain penguatan sumber daya manusia, Polri juga mengerahkan alat-alat berat untuk mempercepat pembersihan sisa material bencana
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian doa, puji-pujian, serta penampilan seni dari anak-anak pengungsian.
Polri telah disiagakan untuk memberikan pengobatan langsung, mulai dari pemberian obat batuk, pilek, hingga vitamin penurun demam.
JKM adalah hak mutlak setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kehadiran kapal ini menjadi solusi taktis di tengah upaya pemerintah daerah memperbaiki jembatan yang rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved