Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pendekatan Psikologi PM BEM UMK Menguatkan Warga Setrokalangan Kudus Menghadapi Bencana

Akhmad Safuan
09/12/2025 11:53
Pendekatan Psikologi PM BEM UMK Menguatkan Warga Setrokalangan Kudus Menghadapi Bencana
Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) memberikan penyuluhan dan pembekalan warga Desa Setrokalangan Kudus usai bencana banjir.(MI/Akhmad Safuan)

PENGABDIAN Masyarakat Eksekutif Mahasiswa (PM BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) lakukan pendekatan dan menguatkan psikologis terhadap warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dalam menghadapi bencana.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (9/12) kegiatan pengabdian masyarakat BEM UMK terhadap warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus terus berlanjut, tidak hanya menerapkan mitigasi bencana melalui teknologi dan penguatan ekonomi paska bencana, juga melalui pendekatan psikologi.

Pendekatan psikologi dilakukan dalam PM BEM UMK ini, tidak hanya meningkat kesiapan warga saat menghadapi bencana terjadi, juga menguatkan warga Desa Setrokalangan, Kudus setelah bencana banjir melanda untuk kembali bersemangat membangun desa maupun perekonomian untuk kedepannya.

"Menghadapi bencana seperti banjir beberapa waktu lalu, tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik tetapi juga kesiapan psykologi bagi warga di daerah rawan bencana," kata Ketua Tim Mahasiswa PM BEM UMK Viq Robi Ahmad Wardani Selasa (9/12).

Melalui penerapan pendekatan psikologi lingkungan, sosial dan bencana, ungkap Viq Robi Ahmad Wardani, warga dapat memahami risikonya hingga dapat secara kompak bekerja sama, dan mengetahui bagaimana harus bereaksi saat keadaan darurat. "Itu menjadi modal besar untuk membangun ketahanan desa,” tambahnya.

PERUBAHAN PERILAKU
Menurut Viq Robi Ahmad Wardani setelah bencana melanda seperti dialamin warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus beberapa waktu lalu, melalui pendekatan psikologi ini dapat memberikan perubahan perilaku warga terhadap sungai dan lingkungan hingga kedepan tidak lagi terulang dan dapat memberikan manfaat secara ekonomi.

Penanggungjawab PM BEM UMK Abdullah In’am Maulana mengatakan program yang dilakukan ini memperkuat konsep kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kuatnya solidaritas warga Setrokalangan sendiri, sehingga menorehkan prestasi dengan mendapatkan hibah PM-BEM Berdampak dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek. 

“Kami melihat warga sangat terbuka dengan perubahan, ketika kami mengadakan pelatihan antusiasnya luar biasa, sehingga ini merupakan intervensi sosial yang tepat dapat memunculkan rasa percaya diri bersama untuk berkembang,” ujar Abdullah In’am Maulana.

PENGUATAN DAN PEMBERSAMAAN
Sebelumnya Pimpinan Program dan Ketua Pengusul PM BEM UMK Sugeng Slamet mengungkapkan bahwa program bertajuk “Desa Bangkit Pasca Banjir: Mitigasi Bencana melalui Teknologi dan Penguatan Ekonomi di Desa Setrokalangan” ini tidak hanya mampu memberikan kesiapan warga dalam memitigasi bencana juga pemberdayaan ekonomi paska bencana.

Rangkaian kegiatan, demikian Sugeng Slamet, difokuskan pada dua aspek utama yakni mitigasi bencana dan penguatan ekonomi masyarakat melalui beberapa program seperti pemasangan Early Warning System (EWS) berbasis IoT untuk mendeteksi kenaikan debit air secara real time yang diterima warga.

Selain untuk pemberdayaan ekonomi, lanjut Sugeng Slamet, PM BEM UMK juga menyediakan keramba apung, kolam darat, serta bibit ikan lele untuk mendukung budidaya lele skala desa, serta pemberian alat pengolahan ikan hingga tahan lama dapat berguna sebagai cadangan pangan saat banjir sekaligus meningkatkan pendapatan warga serta membuka usaha baru.

"Kita juga memberikan peralatan produksi pakan ikan dengan bahan murah yakni memanfaatkan eceng gondok yang banyak ditemui di sungai, sehingga selain menjaga kebersihan sungai dari gulma itu juga budidaya lele secara murah," imbuhnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya