Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat di Pasar Induk Cianjur, Jawa Barat, terpantau naik menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Komoditas pangan yang harganya naik cukup signifikan satu di antaranya cabai.
Kepala UPTD Pasar Induk Cianjur, Handika Firdaus, mengatakan kondisi perkembangan harga berbagai komoditas pangan relatif berfluktuasi. Menjelang Nataru, tren penaikan harga memang cukup meningkat.
"Ada beberapa komoditas yang harganya naik menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Handika, Minggu (7/12).
Salah satunya cabai merah keriting. Semula harganya rata-rata kisaran Rp52.400 per kilogram. Tapi kini naik jadi Rp55 ribu per kilogram. "Ada kenaikan sekitar Rp2.600 per kilogram," ujarnya.
Komoditas pangan lain yang terpantau turut naik yaitu cabai rawit merah. Semula harganya rata-rata kisaran Rp66 ribu per kg, sekarang jadi Rp69 ribu per kg atau naik Rp3 ribu per kg. Kemudian cabai rawit hijau dari rata-rata Rp51.400 per kg menjadi Rp53 ribu per kg atau naik Rp1.600 per kg.
Penaikan harga juga terjadi pada bawang merah yang semula Rp45.200 per kg jadi Rp46 ribu per kg atau naik Rp800 per kg. Sementara kacang naik dengan selisih harga Rp2 ribu per kg dan tomat selisih Rp200 per kg.
Dia menyebutkan penaikan merupakan hal wajar sebagai hukum pasar. Sebab, ketika permintaan naik, maka harga akan menyesuaikan.
"Naik atau turunnya harga komoditas itu dipengaruhi pasokan dan permintaan. Ketika permintaan banyak tapi stok sedikit, maka harga akan naik," imbuhnya.
BATAS WAJAR
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Ivan Feriadi Rahman, mengungkapkan perkembangan harga komoditas pangan kebutuhan masyarakat di tingkat pasar rakyat terpantau relatif stabil. Terjadinya penaikan dan penurunan harga pun terpantau masih dalam batas wajar.
"Dari laporan dan pemantauan di lapangan, memang ada penaikan pada beberapa komoditas. Tapi masih dalam batas kewajaran," kata Ivan.
Berdasarkan data, harga komoditas sayuran yang terpantau naik. Namun dia memastikan harganya masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan penjualan (HAP). "Penaikan harga masih relatif terkendali," jelas Ivan.
Menghadapi momen Nataru, Ivan memastikan stok dan pasokan aman. Namun untuk harga diprediksi masih berfluktuasi. "Kami terus pantau perkembangannya di lapangan," pungkasnya. (H-1)
Pemprov DKI mengikuti imbauan pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan "Work From Anywhere" (WFA) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelang akhir tahun 2025.
Menurut Farhan jika dibandingkan dengan periode Januari hingga November 2025, jumlah wisatawan pada Desember mengalami kenaikan sekitar 25 persen.
Survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, Jateng dan DIY menjadi salah satu daerah tujuan utama masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru/Nataru 2025-2026.
KUNJUNGAN wisatawan ke Kota Cirebon pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan.
Angka ini berasal dari total volume penumpang WNA baik yang berangkat maupun datang di seluruh stasiun wilayah Daop 6.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
MENUTUP libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bandara Adisutjipto Yogyakarta resmi mengakhiri Posko Pelayanan Angkutan Udara pada hari Senin (5/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved