Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BI NTT Perkuat Sinergi untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi 2025

Palce Amalo
28/11/2025 20:42
BI NTT Perkuat Sinergi untuk Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi 2025
Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Adytia Budi menyampaikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor BI NTT, Jumat (28/11/2025) malam.(MI/Palce Amalo)

BANK Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor BI NTT, Jumat (28/11) malam. 

Acara ini menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global.

Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Adytia Budi Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi sepanjang 2025. Meski tekanan ekonomi global meningkat, lanjutnya, kinerja ekonomi NTT tetap menunjukkan ketahanan dan optimisme. 

Tema PTBI 2025 Tangguh dan Mandiri mencerminkan kebutuhan memperkuat ketahanan domestik serta mendorong transformasi ekonomi melalui sektor-sektor unggulan daerah.

Menurut Didiet, pemerintah pusat diperkirakan akan mengumumkan sejumlah kabar positif terkait pembangunan di NTT pada awal tahun depan.

Plt Asisten I Setda NTT, Kanisius Mau, mewakili Pemerintah Provinsi, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi BI NTT dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta memperluas digitalisasi sistem pembayaran.

Kanisius menilai PTBI menjadi ruang strategis bagi pemerintah, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi pembangunan.

Kinerja ekonomi NTT sepanjang 2025 tercatat stabil. Pertumbuhan ekonomi triwulan I mencapai 4,78%, triwulan II 5,38%, dan triwulan III 4,78%.

 Secara kumulatif, ekonomi NTT tumbuh 5,01% hingga triwulan III. Inflasi berada pada kisaran 0,5-3,0%, lebih moderat dibanding target nasional, menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kanisius menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong program prioritas, termasuk pengembangan UMKM, festival pariwisata budaya, pameran pembangunan, hingga digitalisasi layanan publik. 

Berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil, namun masih memerlukan penguatan sinergi agar manfaatnya lebih merata dirasakan masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan.

Dia juga mengajak BI NTT, seluruh lembaga dan pelaku usaha untuk memperkuat koordinasi pada 2026, guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, progresif, dan berdaya tahan. (PO/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya