Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Gubernur Agustiar Ungkap Capaian Sektor Pendidikan di Kalteng

Rahmatul Fajri
25/11/2025 19:39
Gubernur Agustiar Ungkap Capaian Sektor Pendidikan di Kalteng
Ilustrasi(Dok ist)

GUBERNUR Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengungkapkan sejumlah capaian di sektor pendidikan di Kalimantan Tengah sejak ia memimpin pada Februari 2025. Menjelang peringatan Hari Guru Nasional 2025, berbagai program pendidikan digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membawa perubahan nyata bagi siswa, tenaga pendidik, hingga perguruan tinggi.

Salah satu program unggulan adalah Kuliah Gratis yang telah dinikmati 3.060 mahasiswa dengan dukungan anggaran Rp15,3 miliar. Program yang awalnya hanya berjalan di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya kini diperluas ke 33 perguruan tinggi se-Kalteng. “Kami ingin setiap keluarga di Kalimantan Tengah memiliki kesempatan menyekolahkan minimal satu anaknya hingga sarjana. Pendidikan adalah eskalator utama menuju kemajuan,” ujar Agustiar, melalui keterangannya, Selasa (25/11).

Di jenjang pendidikan menengah, Pemprov Kalteng menyalurkan dana BOSDA untuk 34.270 siswa SMA, SMK, dan SKH. Kebijakan seragam gratis untuk siswa dari keluarga miskin ekstrem turut memperkuat pemerataan pendidikan. Seragam yang tidak dibagikan kepada siswa dari keluarga mampu dialihkan kepada siswa tidak mampu di kelas XI dan XII. “Keadilan bukan berarti semua mendapat sama, tetapi yang membutuhkan harus diprioritaskan,” kata Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo.

Kesejahteraan guru juga mendapat porsi besar melalui terbitnya Pergub Nomor 34 Tahun 2025 yang mengatur pemberian kembali TPP bagi guru yang sempat terhenti sejak 2022. Insentif tambahan diberikan kepada guru bersertifikasi, non-sertifikasi, pengawas sekolah, hingga guru di wilayah terpencil. “Guru adalah wajah terdepan pendidikan kita. Negara harus hadir untuk memastikan mereka dihargai secara layak,” tutur Agustiar.

Upaya digitalisasi pendidikan turut dipercepat dengan pengadaan TV interaktif, papan tulis digital, panel surya, serta akses internet berbasis starlink untuk sekolah negeri dan swasta. Teknologi ini memperkuat pembelajaran di sekolah perkotaan maupun pedalaman. Kepala SMAN 1 Kuala Kapuas, Dwi Haryanto, menyebut bantuan tersebut sebagai solusi cerdas bagi sekolah yang masih terkendala energi dan internet.

Pemprov juga menggelar pelatihan Guru Huma Betang berbasis LMS sepanjang tahun untuk meningkatkan kompetensi pendidik, mulai dari teknik mengajar, kesehatan mental siswa, hingga penguasaan TIK. Menurut Reza, inovasi ini bukan hanya pelatihan, tetapi reposisi peran guru di era digital. “Guru kini dapat memperbarui materi, mengelola tugas, dan memantau perkembangan siswa secara real time.”

Peningkatan kualitas pembelajaran tercermin pada naiknya skor Rapor Pendidikan Kalteng dari kategori “rintangan tuntas muda” menjadi “tuntas pertama” dengan skor 71,35 pada 2025. Peningkatan signifikan terjadi pada literasi dan numerasi di semua jenjang, termasuk sekolah khusus. “Ini buah dari kerja kolektif guru, kepala sekolah, dan pemerintah,” ujar Reza.

Transformasi digital pendidikan juga diperkuat melalui Kelas Digital Huma Betang, platform terpadu yang menghubungkan guru dan siswa dalam pembelajaran sinkronus maupun asinkronus. Program ini ditargetkan terintegrasi sepenuhnya pada 2026–2027. “Kami ingin pendidikan di Kalteng tidak lagi terhalang jarak maupun infrastruktur. Anak-anak di pedalaman harus bisa mengakses pembelajaran yang sama dengan yang di kota,” kata Agustiar.

Berbagai capaian itu mendapat apresiasi dari MKKS SMA, SMK, dan SKH se-Kalteng. Ketua MKKS SMK, Arifin, menilai langkah Pemprov menghadirkan TPP, insentif, pelatihan LMS, hingga penyediaan hunian guru telah menjawab kebutuhan nyata tenaga pendidik. “Ini menunjukkan pemerintah benar-benar memahami denyut nadi guru di lapangan," katanya.

Ketua MKKS SMA se-Kalteng, Dwi Haryanto, juga menilai program pendidikan Gubernur telah mengubah wajah layanan publik di sektor pendidikan. Program-program tersebut dianggap tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi mampu menjadi fondasi pendidikan modern dan berkeadilan bagi tahun-tahun mendatang.

Dengan deretan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dinilai berhasil membawa pendidikan daerah ini menuju standar baru yang lebih maju dan inklusif. "Pendidikan adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk generasi mendatang. Kami akan terus memperbaiki, memperluas, dan memastikan tidak ada anak Kalteng yang tertinggal," kata Agustiar.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik