Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, memaparkan berbagai potensi investasi dan keunggulan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam, Bintan, Karimun (BBK) dalam forum investasi yang digelar di Singapura. Dalam forum tersebut Gubernur Kepri menegaskan bahwa Kepri siap menjadi tujuan investasi global, dengan berbagai kemudahan dan dukungan yang ditawarkan bagi para investor.
Acara bertajuk Joint Investment Promotion Event: Investment Opportunities and Business Regulations in the Batam, Bintan, and Karimun (BBK) Free Trade Zone tersebut merupakan bagian dari inisiatif kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura melalui Working Group Batam, Bintan, dan Karimun (WG BBK). Forum ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan menarik investasi berkualitas ke kawasan BBK.
Forum yang berlangsung di Singapura ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo, Chairman Singapore Economic Development Board Png Cheong Boo, serta sejumlah pelaku usaha dan calon investor dari Singapura.
TUMBUH POSITIF
Menurut dia, bahwa perekonomian Kepri pada triwulan ketiga 2025 menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, yaitu sebesar 7,48% (yoy), yang menjadikannya sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatra dan ketiga tertinggi secara nasional. Pertumbuhan ini, menurut Ansar, didorong oleh sektor manufaktur, pertambangan, serta realisasi investasi yang terus meningkat.
“Perekonomian Kepri tumbuh sangat solid, yang mencerminkan semakin besarnya kepercayaan investor terhadap kawasan ini. Realisasi investasi yang terus naik menunjukkan bahwa iklim usaha di Kepri semakin kompetitif dan menarik bagi investor global,” katanya, Kamis (20/11).
Dia juga menekankan bahwa kawasan FTZ Batam, Bintan, Karimun memiliki keunggulan strategis dibandingkan kawasan lainnya di Indonesia, terutama karena kedekatannya dengan Singapura. Ia menjelaskan bahwa Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang memiliki karakteristik ekonomi yang saling melengkapi, mulai dari industri berat, manufaktur teknologi, pariwisata internasional, hingga pusat ekonomi kreatif.
"FTZ BBK bukan hanya menawarkan insentif fiskal dan kemudahan perizinan, tetapi juga integrasi kawasan yang menjadikannya sebagai simpul penting dalam rantai pasok regional. Ini adalah daya tarik utama bagi para investor," ujarnya.
DUKUNGAN PENUH UNTUK INVESTOR
Untuk itu, dia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri siap memberikan dukungan penuh kepada investor, mulai dari tahap awal investasi hingga realisasi proyek. Kepri, kata Ansar, menawarkan kemudahan dalam proses perizinan, pemilihan lokasi, hingga percepatan implementasi proyek.
“Kami berkomitmen memastikan setiap investor yang masuk ke Kepri merasakan kemudahan dan kepastian usaha, serta efisiensi dalam proses. Kami siap mendampingi investor mulai dari awal hingga proyek berjalan sukses,” tambahnya.
Dalam forum itu, kebijakan pemerintah yang telah menyederhanakan regulasi untuk mempercepat perizinan dan mendukung iklim investasi. Beberapa regulasi baru yang diterbitkan, seperti PP Nomor 28 Tahun 2025, PP Nomor 25 Tahun 2025, serta Perpres Nomor 1 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 21 Tahun 2025, memberikan percepatan perizinan berbasis risiko, penyediaan lahan yang lebih terarah, serta mekanisme layanan yang lebih transparan, dan itu menjadi sorotan.
Selain itu, sektor pariwisata juga turut menunjukkan tren positif dengan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri yang mencapai 1,67 juta orang pada 2024. Gubernur Ansar optimistis, dengan kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Singapura, arus investasi global akan terus meningkat, membawa dampak positif pada perekonomian Kepri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing kawasan. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved