Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Tas Kulit dari Bantul Tembus Pasar Mancanegara lewat Shopee

Ardi Teristi Hardi
17/11/2025 22:11
Tas Kulit dari Bantul Tembus Pasar Mancanegara lewat Shopee
Penjualan kerajinan kulit merek Kenes Leather dilakukan lewat Shopee.(MI/Ardi Teristi Hardi)

KERAJINAN fesyen berbahan baku kulit sapi terus berkembang. Dengan kualitas produk yang unggul dan pemasaran yang baik, salah satu produsen tas dan dompet kulit di Bantul mampu menembus pasar mancanegara.

Salah satunya adalah usaha yang dirintis oleh Bagus Feriyanto (37). Lewat brand Kenes Leather yang dimilikinya, pria yang akrab disapa Feri ini mulai perjalanan Kenes Leather pada 2011.

Pria yang mengaku lebih ahli dalam bidang pemasaran daripada produksi ini menceritakan, memilih fokus pada tas kulit bergaya vintage. Menurutnya, desain klasik memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu serta ketahanan yang tinggi. "Motivasi saya saat itu sederhana, yaitu ingin menjual tas kulit berkualitas dengan harga terjangkau," kata dia ditemui di kantornya di Bantul, Senin (17/11). 

Motivasi itu didasari oleh mahalnya produk tas berbahan baku kulit sapi kala itu. Dirinya mengawali penjualan dengan membuka booth offline. Produk-produk yang dijual diambil dari berbagai tempat, dari Manding hingga Pasar Beringharjo. 

"Saat itu belum ada mereknya. Setelah saya pikir-pikir, harganya bisa lebih murah kalau saya produksi sendiri," kata dia.

Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya dunia digital, Feri lalu melakukan ekspansi ke media sosial dan merambah ke e-commerce untuk memasarkan produknya. "Kenes Leather resmi bergabung di Shopee pada 2017," kata dia. 

Menurut Feri, hal itu menjadi momentum penting dalam perluasan pemasaran Kenes Leather ke pasar digital. Saat ini, setiap tahunnya, Kenes Leather mengalami peningkatan yang positif, rata-rata sebesar 108%. "Sekitar 70% penjualan lewat Shopee. Kami kini memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 pieces per bulan," imbuh dia. 

Kenes Leather memproduksi berbagai tas dan dompet hingga ikat pinggang dan gantungan kunci berbahan kulit sapi. Produk-produk tersebut dijual mulai di atas Rp50 ribu hingga sekitar Rp3,5 juta.

"Kami memiliki berbagai keunggulan seperti jaminan seumur hidup, layanan perbaikan gratis, dan gratis ukir nama untuk setiap produk," imbuh dia.

Feri mengaku, perjalanan usahanya tidak selalu berjalan lancar. Pada awal-awal merintis, dirinya hanya mampu menjual 3-5 barang per hari. Selain itu, saat pandemi Covid-19, penjualan sempat menurun hingga dirinya harus merumahkan sejumlah karyawan dan pengrajin.

Namun, dalam waktu satu bulan, Kenes Leather berhasil bangkit dan mempekerjakan kembali seluruh tim berkat peningkatan penjualan melalui Shopee.

PENINGKATAN PENJUALAN
Feri mengaku, penjualan Kenes Leather mengalami peningkatan hingga 2-3x lipat setiap kampanye tanggal kembar di Shopee. "Produk tas wanita dan dompet pria menjadi kategori dengan penjualan tertinggi, menyumbang sekitar 60–65% total penjualan tahunan," kata dia.

Setiap bulan, Kenes Leather mencatat ratusan ribu kunjungan toko di Shopee, terutama didorong oleh trafik organik dan kegiatan Shopee Live serta keikutsertaan program promosi Shopee. Bahkan, cukup banyak pembelinya dari luar negeri, seperti Malaysia, yang memesan lewat Shopee.

Ia mengatakan, kunjungan konsumen ke showroom di Jalan Jogonalan Lor,  Bantul, juga meningkat. "Banyak konsumen yang datang untuk melihat dan memegang produk, tetapi pembeliannya lewat Shopee," kata dia. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya