25 Pantun Banjar Mahalabio Lucu: Tawa Sehari-hari ala Kalimantan Selatan yang Bikin Ngakak!
Thalatie K Yani
17/11/2025 09:30
Ilustrasi(gemini AI)
Pernahkah kamu merasa hari-hari terasa biasa saja? Coba deh baca pantun Banjar mahalabio! Pantun ini seperti teman curhat yang lucu, penuh tawa tapi ada pesan bijak di baliknya. Pantun Banjar mahalabio adalah pantun jenaka khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Mahalabio artinya menghibur dan bikin orang lain tertawa. Cocok banget untuk cerita kehidupan sehari-hari, seperti kerja, makan, atau ngobrol sama teman.
Dalam artikel ini, kami sajikan 25 pantun Banjar mahalabio lucu. Setiap pantun punya arti sederhana supaya mudah dipahami. Yuk, simak dan bagikan ke teman biar hari makin ceria!
Apa Itu Pantun Banjar Mahalabio?
Pantun Banjar mahalabio adalah puisi pendek dari budaya Banjar. Biasanya terdiri dari empat baris, dengan irama yang enak didengar. Baris pertama dan kedua seperti pengantar, sementara baris ketiga dan keempat bawa pesan lucu atau nasihat. Pantun ini sering dipakai di acara keluarga atau pasar, untuk bikin suasana rame. Kehidupan sehari-hari jadi lebih ringan dengan tawa kecil dari pantun Banjar mahalabio.
Mengapa Pantun Banjar Mahalabio Cocok untuk Kehidupan Sehari-hari?
Bayangkan lagi macet di jalan atau nunggu makan siang. Pantun Banjar mahalabio bisa jadi obat bosan. Pantun ini cerita hal-hal dekat seperti belanja, masak, atau gosip tetangga. Lucunya ringan, nggak nyakitin hati. Plus, kamu belajar bahasa Banjar sambil ketawa. Bagikan di WhatsApp atau Instagram, pasti banyak yang like!
25 Pantun Banjar Mahalabio Lucu Lengkap dengan Artinya
Berikut daftar 25 pantun Banjar mahalabio lucu. Kami susun berdasarkan tema sehari-hari, dari pagi sampai malam. Baca pelan-pelan, rasakan iramanya.
Pantun 1:
Anak lalat guring bagantung,
Anak warik manyanyiakan.
Biar jahat lamu bauntung,
Rupa baik kahada dimakan. Arti: Lalat kecil bergelantungan, burung kecil bernyanyi. Walau jahat, akhirnya untung, tampang baik tetap dimakan. (Pesan: Baik hati lebih penting daripada tampang.)
Pantun 2:
Si awan tulak ke pati,
Di jalan beli gerih.
Aku memang kada agak pati,
Banyak nang katuju marga sugih. Arti: Awan pergi ke Pati, di jalan beli ikan. Aku memang tak bisa ke Pati, banyak yang mau jadi kaya. (Lucu soal mimpi kaya tapi males jalan.)
Pantun 3:
Mun mamatuk lakasi sisit,
Iwaknya sapat saluang.
Jangan pina sasirit-sirit,
Mun handak batarus tarang. Arti: Kalau memancing di sungai kecil, ikannya cuma sebatang surai. Jangan marah-marah, kalau mau banyak, pindah ke sungai besar. (Nasihat: Cari peluang lebih baik.)
Pantun 4:
Naik mutur kul tulak saurangan,
Matan amuntai madam ka banjarmasin. Arti: Naik motor pergi ke pasar, mata melirik ke Banjarmasin. (Lucu soal mata jail saat jalan.)
Pantun 5:
Ka pasar malam mambawa duit,
Duitnya hilang di jalanan.
Hidup ini harus barikit,
Supaya nyaman di kahidupan. Arti: Ke pasar malam bawa uang, uangnya hilang di jalan. Hidup harus hemat, biar nyaman seumur hidup. (Pelajaran hemat dari pengalaman lucu.)
Pantun 6:
Burung nuri di atas dahan,
Bersarang di ujung pohon jati.
Jika ingin hidup tenang,
Jangan suka bergadang. Arti: Burung nuri di dahan, sarang di ujung pohon. Mau hidup tenang, jangan suka begadang. (Nasihat tidur cukup.)
Pantun 7:
Padi di sawah sudah menguning,
Petani senang hatinya riang.
Jika ingin cepat kaya,
Kerja keras jangan malas. Arti: Padi kuning di sawah, petani senang. Mau kaya cepat, kerja keras jangan malas. (Motivasi kerja.)
Pantun 8:
Ikan patin berenang di sungai,
Airnya jernih mengalir deras.
Jika ingin bahagia,
Bersyukurlah setiap hari. Arti: Ikan patin di sungai, air jernih. Mau bahagia, syukuri hari-hari. (Pesan syukur.)
Pantun 9:
Buah durian jatuh dari pohon,
Bau harumnya menguar ke mana-mana.
Jika lapar di pagi hari,
Makanlah nasi goreng telur mata. Arti: Durian jatuh, baunya harum. Lapar pagi, makan nasi goreng telur. (Lucu soal sarapan.)
Pantun 10:
Perahu dayung di sungai Martapura,
Melaju kencang ditiup angin.
Jika ingin sukses belajar,
Baca buku jangan main game. Arti: Perahu di sungai Martapura, maju kencang. Mau sukses, baca buku bukan main game. (Nasihat belajar.)
Pantun 11:
Kucing garong tidur di tikar,
Ekornya bergoyang-goyang.
Jika teman curang bermain,
Jauhi dia supaya hati tenang. Arti: Kucing tidur di tikar, ekor goyang. Teman curang, jauhi biar tenang. (Pesan pertemanan.)
Pantun 12:
Daun pisang dibungkus lauk pauk,
Dimakan dengan tangan kanan.
Jika hujan turun deras,
Pakai payung jangan kehujanan. Arti: Daun pisang bungkus makanan, makan pakai tangan. Hujan deras, pakai payung. (Nasihat sederhana.)
Pantun 13:
Ayam jantan berkokok pagi,
Membangunkan seluruh kampung.
Jika ingin pintar,
Belajar rajin dari sekarang. Arti: Ayam berkokok pagi, bangunkan kampung. Mau pintar, belajar rajin sekarang. (Motivasi pendidikan.)
Pantun 14:
Bunga melati mekar di taman,
Harumnya menyenangkan hati.
Jika sakit hati karena cinta,
Cari yang baru jangan sedih lama. Arti: Melati mekar, harum. Sakit hati cinta, cari baru. (Lucu soal move on.)
Pantun 15:
Nelayan memancing di muara,
Tangkapannya ikan gabus besar.
Jika kerja keras tiada henti,
Rezeki datang deras bagai hujan. Arti: Nelayan tangkap ikan besar. Kerja keras, rezeki datang deras. (Pesan usaha.)
Pantun 16:
Rambutan merah di pohon tinggi,
Dipetik dengan bambu panjang.
Jika lapar tengah malam,
Minum susu jangan makan mie. Arti: Rambutan dipetik bambu. Lapar malam, minum susu bukan mie. (Nasihat kesehatan.)
Pantun 17:
Burung pipit terbang ke sawah,
Mencari biji padi untuk dimakan.
Jika teman bohong terus,
Percaya saja tapi awasi. Arti: Pipit cari biji. Teman bohong, percaya tapi awasi. (Lucu soal teman.)
Pantun 19:
Bambu hijau di pinggir sungai,
Digunakan untuk membuat rakit.
Jika ingin punya teman baik,
Jadilah orang yang jujur. Arti: Bambu buat rakit. Mau teman baik, jadi jujur. (Nasihat kejujuran.)
Pantun 20:
Kelapa muda diminum airnya,
Manis segar hilangkan dahaga.
Jika marah sama saudara,
Maafkan cepat jangan dipendam. Arti: Kelapa muda segar. Marah saudara, maafkan cepat. (Pesan keluarga.)
Pantun 21:
Pasar terapung ramai pagi,
Jual beli dagangan berlimpah.
Jika belanja jangan boros,
Hitung dulu uang di kantong. Arti: Pasar terapung ramai. Belanja jangan boros, hitung uang. (Nasihat keuangan.)
Pantun 22:
Anak kecil main layangan,
Terbang tinggi di angkasa biru.
Jika mimpi tinggi sentuh langit,
Usaha keras jangan menyerah. Arti: Layangan terbang tinggi. Mimpi tinggi, usaha keras. (Motivasi mimpi.)
Pantun 23:
Ikan lele di lumpur sawah,
Berenang lincah meski licin.
Jika jatuh dalam kesulitan,
Bangkit lagi jangan diam saja. Arti: Lele lincah di lumpur. Jatuh, bangkit lagi. (Pesan ketangguhan.)
Pantun 24:
Bunga kamboja di makam tua,
Tetap mekar indah setiap hari.
Jika tua nanti jangan lupa,
Berbuat baik sejak muda. Arti: Kamboja mekar. Tua nanti, berbuat baik dari muda. (Nasihat umur.)
Pantun 25:
Hujan turun basahi bumi,
Tumbuhan hijau tumbuh subur.
Jika hari cerah besok,
Nikmati saja tanpa keluh. Arti: Hujan basahi bumi. Hari cerah, nikmati tanpa keluh. (Pesan syukur lagi.)
Cara Menikmati Pantun Banjar Mahalabio dalam Rutinitas Harian
Gunakan pantun Banjar mahalabio saat sarapan keluarga, atau saat chat grup teman. Coba buat versi sendiri, campur dengan cerita hari ini. Pantun ini bukan cuma lucu, tapi juga bikin kamu lebih dekat dengan budaya Banjar.
Temukan 30 pantun bahasa Banjar lucu dan bermanfaat! Kumpulan lengkap pantun Banjar penuh makna untuk hiburan sehari-hari. Pelajari budaya Banjar sekarang juga.