Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Cuaca Ekstrem Ganggu Produksi Sayuran dan Palawija di Banjarbaru

Denny Susanto
16/11/2025 11:40
Cuaca Ekstrem Ganggu Produksi Sayuran dan Palawija di Banjarbaru
Ilustrasi(MI/DENNY SUSANTO)

CUACA ekstrem yang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan berimbas pada rusaknya tanaman dan menurunnya produksi sayuran dan palawija di wilayah tersebut. Di Kota Banjarbaru, para petani sayuran mengalami penurunan produksi dan sebagian lainnya gagal panen.

Kondisi ini telah memicu melonjaknya harga sayuran baik di tingkat petani maupun pasar. Pantauan Media, di wilayah sentra pertanian sayuran dan palawija Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, terlihat banyak tanaman sayuran yang rusak dan gagal panen. 

Sukiran,55 salah seorang petani sayur sawi dan patcoy mengeluhkan hasil panen banyak rusak akibat cuaca buruk sejak dua bulan terakhir. "Cuaca tak menentu hujan deras disusul panas terik membuat pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu juga muncul hama menyerang tanaman," keluhnya.

"Hasil panen saya turun hingga separuh dari biasanya. Banyak yang rusak ataupun kerdil, pertumbuhannya tidak merata, jadi sebagian kecil yang masih bisa dijual," kata Sukiran, Minggu (16/11). Meski harga sayur menjadi naik, namun petani tidak bisa menikmatinya.

Hal serupa juga dikemukakan Sukiran petani terong-terongan dan cabai yang mengaku munculnya serangan hama akibat kondisi cuaca ekstrem belakangan ini. 

Sebelumnya Gubernur Kalsel, Muhidin telah menginstruksikan agar Pemda 13 kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi. "BMKG sudah menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Kalsel sudah memasuki kategori musim hujan yang diperkirakan hingga awal tahun depan dan puncaknya November-Desember," ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan kondisi ancaman rob wilayah pesisir seiring tingginya intensitas hujan dan kondisi pasang laut dalam beberapa hari terakhir. Saat ini sejumlah wilayah dataran rendah seperti di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terendam banjir, demikian juga dengan di sebagian Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala juga tergenang karena pengaruh pasang sungai. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya