Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Semarang, Jawa Tengah, terus mempercepat langkah penanganan banjir melalui peremajaan sistem pompa air dan normalisasi kolam retensi di sejumlah titik rawan banjir. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pembuangan air, terutama di kawasan Genuksari, Trimulyo, dan Gebanganom.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menyampaikan bahwa peremajaan pompa di Rumah Pompa Tenggang telah berjalan baik. Dari total enam unit pompa berkapasitas 2.000 liter per detik (LPS), tiga unit sudah beroperasi normal, sementara tiga unit lainnya masih dalam proses pemasangan. “Total kapasitas nantinya mencapai 12.000 LPS. Tiga pompa sudah aktif, sisanya segera menyusul,” jelas Suwarto, Selasa (11/11).
Peremajaan serupa juga dilakukan di Rumah Pompa Sringin, dengan empat dari lima unit pompa telah selesai diganti, dan satu unit ditargetkan rampung pada akhir November 2025.
Selain itu, DPU juga mempercepat pengerukan sedimen di kolam retensi Muktiharjo, yang akan dilaksanakan secara swakelola pada 2026. “Pengerukan sedimen penting agar daya tampung air tetap optimal selama musim hujan. Ini bagian dari strategi jangka panjang pengendalian banjir,” ungkapnya.
Rencana peremajaan pompa juga mencakup Rumah Pompa Waru dan Muktiharjo Kidul. Beberapa unit lama yang sempat rusak kini kembali berfungsi, namun akan tetap diganti untuk meningkatkan keandalan sistem. “Masing-masing dua unit dengan kapasitas 2.000 LPS. Ada yang sudah bisa beroperasi sementara, sambil menunggu unit baru datang,” kata Suwarto.
Upaya ini mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Dalam kunjungan kerja ke Semarang, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti meninjau langsung kondisi rumah pompa di kawasan Tenggang, Sringin, Unissula, dan Terboyo.
“Kami sedang menyiapkan sistem pengendali air yang komprehensif. Diharapkan seluruh pekerjaan selesai akhir tahun ini agar penanganan banjir makin efektif,” ujar Diana.
Menurutnya, peremajaan dan integrasi sistem pompa menjadi bagian dari solusi terpadu pengendalian banjir di wilayah Pantura, khususnya di Kota Semarang. “Dengan sistem ini, kami berharap persoalan banjir di Semarang bisa teratasi secara menyeluruh,” pungkasnya.(E-2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved