Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (11/11) mewisuda 663 sarjana di Gedung Multipurpose kampus setempat. Di antaranya lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 388, 149 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta 126 wisudawan Program Pascasarjana.
Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. Kamsi, menjelaskan pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026, keseluruhannya diwisuda sebanyak 1.862 wisudawan dari program sarjana, magister, dan doktor yang akan dikukuhkan.
Upacara wisuda ini digelar dua hari. Hari ini Rektor mengukuhkan 663 wisudawan. Sedangkan selebihnya akan mengikuti wisuda Rabu (12/11).
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, mengatakan keberhasilan meraih gelar kesarjanaan tidak hanya hasil dari proses membaca buku maupun menyelesaikan tugas akhir, tetapi juga keberhasilan dalam menaklukkan tekanan psikologis, beban mental, dan berbagai tantangan selama proses studi.
Ia kemudian menyontohkan ketekunan salah satu wisudawan terbaik, Joseph Ell, seorang Romo Katolik dari Indonesia Timur yang sukses meraih predikat wisudawan terbaik tercepat pada Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies.
Menurut Rektor, capaian Joseph Ell menjadi bukti nyata bahwa UIN Sunan Kalijaga merupakan kampus inklusif yang memberi ruang bagi keberagaman dan dialog lintas identitas.
Dalam pidatonya, Prof. Noorhaidi juga turut menyinggung kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota Muslim pertama di New York tahun 2025.
Menurutnya, kisah tersebut relevan bagi para lulusan karena mencerminkan bagaimana generasi muda mampu membawa perubahan melalui visi yang jelas, keberanian untuk mempertanyakan struktur lama, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di akhir sambutan, Rektor berpesan agar para lulusan dapat menjadi alumni yang hebat dan berdampak, tetap rendah hati, tangguh menghadapi tantangan, serta terus belajar untuk memperluas wawasan dan mengembangkan diri.
“Ukuran kehebatan bukan seberapa tinggi Anda naik, tetapi seberapa sering Anda bangkit setelah jatuh. Biarlah hidup Anda menjadi cerminan tagline kita: ‘Empowering Knowledge, Shaping the Future’,” jelasnya.
Romo Joseph Ell yang meraih predikat wisudawan terbaik dan tercepat adalah seorang imam Katolik kelahiran Langgur, Maluku Tenggara.
Ia meraih predikat wisudawan terbaik tercepat pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta setelah menuntaskan studi Magister Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana dalam waktu 1 tahun 11 bulan 4 hari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97.
Sebagai Romo Katolik di antara para wisudawan, Joseph mengaku capaian ini adalah pengalaman spiritual dan intelektual yang istimewa.
“Sebagai imam Katolik menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga adalah sebuah rahmat. Saya bersyukur karena diterima sebagai saudara dalam ruang iman dan kemanusiaan,” ujar Romo Joseph.
Romo Joseph memilih konsentrasi Islamic Thought and Muslim Society sebagai bentuk keterlibatan aktif dalam dialog antaragama.
Menurut dia pendalaman terhadap studi Islam merupakan jalan membangun komunikasi yang lebih terbuka antara umat Katolik dan muslim, terutama di wilayah pelayanannya di Keuskupan Amboina.
“Saya bahagia karena dipercaya oleh pimpinan untuk terlibat dalam interaksi antaragama. Studi Islam menjadi jalan dialog saya dengan saudara Muslim. Saya menjumpai dosen-dosen sebagai pribadi yang cerdas dan bijaksana, yang mengajarkan pengetahuan secara tepat, baik, dan benar,” tuturnya.
Romo Joseph merasakan inklusivitas dan sikap keterbukaan sebagai pengalaman paling membekas selama menempuh studi. “Saya tidak hanya diterima sebagai mahasiswa, tetapi sebagai keluarga. Itulah bentuk nyata dari rahmatan lil ‘alamin yang saya alami sendiri di kampus ini,” imbuhnya.
Dalam proses studinya, Joseph mengaku menghadapi tantangan, terutama dalam mempelajari Bahasa Arab. Meski demikian, ia memilih menjadikannya bagian dari perjalanan intelektual dan spiritualnya.
“Saya belajar memahami ajaran iman dan pikiran-pikiran yang mempengaruhi peradaban melalui dialog yang indah dengan para dosen. Bahasa Arab memiliki sastra yang tinggi, dan saya akan terus mendalaminya agar bisa memahami Islamic Studies dari sumber aslinya,” katanya.
Joseph menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen pembimbing yang ia gambarkan sebagai sosok rendah hati, terbuka, dan bijaksana. “UIN Sunan Kalijaga adalah kampus yang bijaksana dalam pengetahuan, humble dalam relasi, dan terbuka terhadap hubungan antaragama,” kenangnya.
Sebelum menutup testimoninya, Romo Joseph Ell memberikan pesan kepada adik tingkat yang tengah berjuang menyelesaikan tugas akhir.
“Tetap semangat. Disiplinmu membawa ketuntasan dalam belajar. Kenyamanan dalam proses studi datang dari disiplin dalam karya dan kerendahan hati dalam berelasi,” pesannya.
Selain menjalankan perannya sebagai imam Katolik di Keuskupan Amboina, Romo Joseph Ell juga mengemban sejumlah amanah penting dalam bidang pendidikan dan pelayanan sosial.
Ia pernah dipercaya sebagai Kepala SMP Xaverius Passo di Ambon, kemudian menjabat sebagai Wakil Yayasan Kesehatan Santo Lukas Ambon.
Di bidang pengembangan pendidikan, ia juga ditunjuk sebagai Direktur Kolese Xaverius Ambon. Tidak hanya itu, Romo Joseph turut aktif dalam pembinaan generasi muda melalui tugasnya sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Amboina.
Dengan prestasi akademiknya dan dedikasinya dalam membangun dialog lintas iman, Joseph Ell menegaskan bahwa kampus merupakan ruang perjumpaan antarmanusia dan antarpengetahuan. Dari Yogyakarta, ia membawa pulang bukan hanya gelar magister, tetapi juga pengalaman ziarah intelektual dan kemanusiaan. (AU/E-4)
Pendidikan bukan hanya tentang gelar dan prestasi, tetapi tentang komitmen seumur hidup untuk belajar, melayani, dan berkontribusi di bidang profesinya masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved