Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kalsel Tata Bentang Alam Karst untuk Melindungi Sumber Air Tanah

Denny Susanto
10/11/2025 21:23
Kalsel Tata Bentang Alam Karst untuk Melindungi Sumber Air Tanah
Pemprov Kalimantan Selatan memulai penataan kawasan bentang alam karst .(MI/Denny Susanto)


EKSPLOITASI sumber daya alam berupa tambang dan hutan dikhawatirkan akan mengancam kelestarian lingkungan dan keragaman geologi (geodiversity) termasuk air tanah. Pemprov Kalimantan Selatan mulai melakukan penataan kawasan bentang alam karst (batuan kapur) yang merupakan sumber air tanah pegunungan.

Hal ini dikemukakan Kepala Seksi Konservasi Warisan Geologi dan Air Tanah, Dinas ESDM Kalsel, Sumarmiati, Senin (10/11). "Selain perubahan bentang alam akibat eksploitasi, pengambilan air tanah secara serampangan dapat mengancam kelestarian air tanah itu sendiri," ungkapnya.

Pemprov Kalsel saat ini mulai melakukan penataan Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) dan upaya melindungi sumber air tanah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Wilayah ini menjadi bagian kawasan Geopark Meratus dan menara air utama di Kalsel.

"KBAK memiliki fungsi yang sebenarnya sebagai tata pengelolaan air. Jangan sampai gunung itu tidak bisa dilindungi dan habis terkuras. Padahal jauh di dalamnya ada yang disebut bentang alam, memiliki aliran air bawah tanah," tuturnya.

Penataan kawasan karst di Kalsel yang tersebar di beberapa kabupaten seperti Hulu Sungai Selatan, Balangan, Tanah Bumbu dan Kotabaru tidak hanya bertujuan melindungi air tanah, tetapi juga konservasi lingkungan dan warisan geologi. Termasuk keberadaan geopark meratus yang kini sudah menjadi bagian UNESCO Global Geopark (UGGp).

Geopark Meratus di Kalimantan Selatan dengan luas 3.645,01 km² memiliki 54 situs geosite yang terbagi di empat rute perjalanan yakni Barat, Utara, Timur, dan Selatan. Ini dikembangkan bukan hanya untuk wisata, tetapi untuk melestarikan proses geologi dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Seperti contohnya di Pulau Jawa beberapa daerah sudah turun permukaannya karena pengambilan air tanah secara besar-besaran. Terkait hal ini Dinas ESDM Kalsel, memiliki Aplikasi SIP3AT atau Sistem Informasi Pelaporan Pemakaian dan Pajak Air Tanah," ucap Sumarmiati.

Ia menjelaskan Aplikasi ini merupakan sistem yang dikembangkan oleh Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan guna melaporkan pemakaian dan membayar pajak air tanah. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya