Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pergelaran Wayang Meriahkan Puncak HUT ke-14 Partai NasDem DPW Jawa Tengah

Haryanto Mega
03/11/2025 23:19
Pergelaran Wayang Meriahkan Puncak HUT ke-14 Partai NasDem DPW Jawa Tengah
DPW Partai NasDem Jawa Tengah menggelar wayang kulit.(MI/Haryanto Mega)

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-14 Partai NasDem, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Tengah menyelenggarakan puncak perayaan budaya sarat makna dengan menggelar wayang kulit mengambil lakon Wisanggeni Kridha di Alun-Alun Manunggal, Gombong, Kebumen pada Sabtu (1/11) malam.

Pertunjukan semalam suntuk itu mempetemukan dua dalang kondang dari dua daerah, Ki Amar Pradopo dari Surakarta dan Ki Eko Suwaryo dari Kebumen dalam satu kelir.

Hadir dalam acara itu Ketua DPW Nasdem Jawa tengah Lestari Moerdijat dan jajarannya serta unsur pimpinan DPD NasDem Jawa Tengah dan sejumlah anggota DPR dan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Nasdem.

Selain itu juga hadir Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP NasDem HM Prasetyo dan dua anggota Saur Hutabarat dan Elman Saragih. Hadir pula Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani dan wakilnya Zaeni Miftah.

Meski sempat diwarnai hujan, tidak menyurutkan minat masyarakat Gombong dan sekitarnya untuk datang menonton. Kolaborasi dua dalang dengan gaya yang berbeda menarik warga berbondong-bondong memenuhi alun-alun.

Rerie, panggilan Lestari Moerdijat, mengatakan pergelaran ini bukan sekadar hiburan tetapi menjadi simbol kesatuan dalam keberagaman. "Bagaimana perbedaan langgam dan gaya dapat berpadu dalam harmoni untuk membangun arah perubahan, sebagaimana semangat Partai NasDem sejak berdiri," ujarnya.

Lebih lanjut Rerie, yang juga menjabat Wakil ketua MPR, mengatakan NasDem memandang bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan tetapi tentang kebudayaan dan peradaban. DPW NasDem Jawa Tengah ingin menegaskan bahwa perubahan sejati lahir dari penghargaan terhadap akar budaya sendiri.

Terkait dengan dipilihnya lakon Wisanggeni Kridha, kata Rerie, Wisanggeni melambangkan semangat muda, keteguhan nurani, dan keberanian melawan ketidakadilan. "Nilai ini sejalan dengan visi Partai NasDem untuk konsisten membawa arus perubahan menuju politik yang bersih, berdaulat, dan berkeadilan," ujarnya.

Pada kesempatan itu Rerie juga mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus menjaga semangat perubahan tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.

Koordinator Pemenangan Pemilu Jawa Tengah yang juga anggota DPR NasDem dari Dapil 8 Sugeng Suparwoto menyatakan bahwa Wisanggeni adalah simbol api perubahan yang tidak padam. "Itulah semangat NasDem, dari pusat hingga daerah. Konsisten menyalakan cahaya perubahan untuk Indonesia yang lebih adil dan berkemajuan,” tukasnya.

Sugeng menegaskan, NasDem terus memperkuat perannya sebagai partai gerakan perubahan yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan kebudayaan.

Pada bagian lain, Ki Amar dan Ki Eko mengapresiasi langkah NasDem Jawa Tengah yang mengolaborasikan dua gagrak wayang yang berbeda. "Kami berharap kolaborasi bukan malam ini saja tapi juga pada kesempatan-kesempatan mendatang," kata Amar, putra (alm) dalang kondang Ki Warsena Slenk. (E-2) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya
  • Mental Gatotkaca

    07/12/2025 05:00

    MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan banyak generasi muda kita saat ini mengalami gangguan kesehatan jiwa atau mental.

  • Dasamukanomics

    02/11/2025 05:00

    PADA suatu kesempatan belum lama ini Presiden P rabowo Subianto menyatakan adanya mazhab serakahnomics di negeri ini

  • Era Gelap Astina

    05/10/2025 05:00

    SALAH satu problem kebangsaan saat ini ialah terlalu banyak orang yang tidak memiliki kapabilitas, tapi menjadi pejabat negara.

  • Ironi Dasamuka

    03/8/2025 05:00

    DALAM dunia wayang, salah satu pemimpin yang dikenal amat patriotik ialah Dasamuka alias Rahwana.

  • Premanisme di Mandura

    06/7/2025 05:00

    PREMANISME kembali menggila. Berkedok sebagai ormas, tapi sepak terjang mereka bak garong yang garang melawan hukum.