Headline

BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia

Ingin Terlibat Pemugaran Museum

Retno Hemawati
19/10/2015 00:00
Ingin Terlibat Pemugaran Museum
(Antara Foto)
DI luar kegiatan menyanyi dan bisnis, Agnes Monica Muljoto, 29, yang kini dikenal dengan nama Agnez Mo memendam keinginan terlibat kegiatan sosial. "Aku sebenarnya ingin bikin sekolah atau terlibat pemugaran museum. Tapi belum kebagian waktunya," ujar pelantun Matahariku saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (17/10). Sayang, dirinya belum mampu mewujudkan harapannya. Kegiatan sosial Agnez sudah sering dilakukan. Dirinya pernah melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Situ Gintung pada Maret 2009 dan korban bencana di Sumatra Barat.

Dirinya juga pernah menggalang dana dan berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp400 juta untuk Persatuan Sepak Bola Indonesia Surakarta (Persis Solo) dengan cara konser. Dia juga pernah mengadakan konser amal Save A Teen Charity Concert untuk membantu remaja-remaja putus sekolah. Semua hasil penjualan tiket itu diserahkan ke Sampoerna Foundation selaku pemrakarsa acara. Meskipun keinginannya untuk terlibat demi membuat sekolah atau pemugaran museum belum terwujud, dirinya tetap berpegang pada prinsip untuk melakukan banyak hal positif selagi muda.

"Enggak ada dalam kamus saya, mumpung masih muda kemudian hanya bersenang-senang. Prinsip saya, mumpung masih muda, lakukan segala-galanya. Dengan catatan hal positif, ya," ucapnya. Agnez menguraikan kiat suksesnya di usia muda. Mantan penyanyi cilik itu mengaku selalu diberi dorongan untuk berkarya sejak usia kanak-kanak. "Saya dari usia enam tahun sudah memulai karier. Sebenarnya, kita dianugerahi Tuhan untuk menjadi multitasker. Semua terserah kita, mau memanfaatkannya atau tidak. Yang penting tekad, sih," jelasnya.

Line fesyen
Melakukan segala-galanya yang dimaksud Agnez itu diwujudkannya dengan menjajal karier di bidang fesyen. Penyebabnya benda fesyen yang digunakan pelantun Pernikahan Dini itu kerap dijadikan acuan dan diikuti para penggemarnya. Dirinya menjadi trend setter. Hal tersebut mendorong terbentuknya Anye, lini busana yang menawarkan segala busana dan aksesori dengan karakter Agnez. "Kalau kita lihat di media sosial, banyak penggemar bertanya mengenai baju yang digunakan Agnez. Dari situ kita melihat apa yang digunakan Agnez bisa dijadikan peluang bisnis," ujar Steve Muljoto, kakak Agnez sekaligus Founder & Chairman of Anye, pada saat yang sama.

Ada empat kategori fesyen yang ditawarkan lini busana itu, meliputi Anye on Stages, yaitu baju dan aksesori yang digunakan Agnez di panggung, Anye Sketch, yaitu minikoleksi dari Agnez dan tim, Anye Street Wear, yaitu untuk jenis baju olahraga dan kasual, dan yang terakhir ialah Anye Basic. Anye berada pada platform digital bernama Maverick Avenue yang bisa diunduh melalui aplikasi Google Play Store. Sebagai informasi, Maverick Avenue ialah platform digital yang menawarkan tiga jenis fitur lifestyle seperti fesyen, entertainment, dan community.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya