Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Tiga jenazah santri yang menjadi korban runtuhnya Musholla Ponpes Al Khoziny, setelah berhasil diidentifikasi Tim DVI Polri, Senin malam diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di daerah masing masing.
Ketiga jenazah adalah M. Royhan Mustofa, Abdul Fattah, Sulaiman Hadi. Ketiganya dimakamkan di bangkalan dan Surabaya. “Proses pemulangan difasilitasi RS Bhayangkara,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim Kombes Pol Khusnan Marzuki di Post Mortem RS Bhayangkara Surabaya di Surabaya.
Pihak Tim DVI Polri menyerahkan ketiga jenazah setelah berhasil diidentifikasi. Sebelum diserahkan terlebih dahulu dimandikan dan dikafani di ruang Tim DVI Polri.
Ketiganya kemudian disholatkan keluarga dan serta relawan di ruang tunggu keluarga sebelum dibawa ke daerah masing masing. “Kami antar mereka sampai ke rumah, selanjutnya keluarga yang menentukan dimakamkan dimana,” ujarnya.
Kini Tim DVI Polri menuntaskan jenazah yang belum teridentifikasi, dari 59 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara, telah teridentifikasi sebanyak 17 jenazah.
Diharapkan dengan tambahan Tim Inafis dari sejumlah rumah sakit di Jawa Timur, proses identifikasi berlangsung cepat, apalagi untuk mengidentifikasi korban juga melibatkan Persatuan Dokter Forensik Indonesia.(H-1)
KEINGINAN Nur Ahmad warga Surabaya yang kehilangan tangan akibat runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, untuk mendapat tangan palsu menemukan titik terang.
SETELAH berhasil diidentifikasi, jenazah santri Fairuz Shirojuddin, 16, dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Singopadu Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Rabu (15/10) malam.
TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur akhirnya menuntaskan proses identifikasi korban runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kedatangan jenazah santri yang dikenal rajin dan cerdas itu, disambut tangis keluarga dan tetangga dekat.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pendampingan terhadap para santri asal Surabaya yang menjadi korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved