Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan kerusakan yang cukup parah di berbagai sektor.
Berdasarkan data sementara yang dilaporkan Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Minggu (14/9), banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.
Di sektor irigasi, tercatat 27 unit bangunan hancur sehingga memutus pasokan air bagi lahan pertanian.
Pada jaringan jalan, terdapat 24 titik kerusakan dengan total panjang sekitar 57 kilometer. Kerusakan paling parah terjadi di ruas Gako–Mauponggo dan Mauponggo–Maubawa, yang kini tidak dapat dilalui.
Selain itu, tujuh jembatan utama juga rusak berat. Jembatan-jembatan tersebut antara lain Jembatan Kelewae–Boloroga, Jembatan Desa Lajawajo (Kampung Pajomala), Jembatan Boloroga 2, Jembatan Teodhae 1, Jembatan Teodhae 2, Jembatan Maukeli, dan Jembatan Aewoe/Aetore. Rusaknya jembatan-jembatan ini mengakibatkan akses transportasi warga menjadi lumpuh.
Dari sisi perumahan, sebanyak 40 rumah warga hanyut terbawa banjir, 17 rumah mengalami kerusakan berat, dan 48 rumah lainnya rusak ringan.
Banjir ini juga menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 5 orang meninggal dunia, 3 orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian Tim SAR, sementara 16 orang lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, sebanyak 747 keluarga harus mengungsi secara mandiri di rumah keluarga atau kerabat.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan keprihatinannya atas dampak besar yang ditimbulkan banjir bandang tersebut. Ia menegaskan bahwa data yang ada masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai hasil pendataan di lapangan.
'Pemerintah kini memfokuskan penanganan pada beberapa aspek utama, yakni penyediaan tempat tinggal sementara yang layak bagi pengungsi, penyaluran bantuan logistik berupa makanan, air bersih, pakaian, dan obat-obatan, serta pemulihan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan agar akses transportasi bisa kembali normal," ujarnya.
Menurut Wagub NTT Johni Asadoma pemerintah provinsi juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penanganan bencana ini. (H-2)
BANJIR bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, (NTT) sejak Senin (8/9), menghancurkan infrastruktur vital sekaligus melumpuhkan lahan pertanian dan perkebunan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat memulihkan pasokan listrik pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo pada Senin (8/9).
SEBANYAK empat korban banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, belum ditemukan.
TIGA orang warga tewas dan empat lainnya masih hilang akibat banjir bandang yang menerjang Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Senin, (8/9).
Kehadiran layanan ini tidak hanya memperpendek jarak akses transaksi nontunai di wilayah pelosok, tetapi juga menjadi katalisator dalam menyerap tenaga kerja lokal.
ANGGOTA Komisi X DPR RI, Anita Jacobah Gah, menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kabupaten Nagekeo, NTT dalam rangka kuliah umum di Kampus Institut Nasional Flores (INF).
Sejak hari pertama bencana, Polda NTT langsung bergerak cepat dengan mengerahkan 102 personel gabungan, tim medis, hingga anjing pelacak (K9) untuk mempercepat proses pencarian korban.
Delapan di antaranya merupakan bencana dengan dampak yang signifikan dan didominasi oleh kejadian banjir dan tanah longsor.
HUJAN deras mengguyur wilayah pantai selatan Nagekeo sejak Senin (8/9) dini hari. Ini membuat tiga desa pegunungan di Kecamatan Mauponggo diterjang banjir dan tanah longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved