Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Kota Besar (Polrestabes) Kota Semarang bebaskan 63 pelajar tang ditangkap karena mengikuti aksi demontrasi di Polda Jawa Tengah Minggu (31/8), mereka mengaku hanya ikut-ikutan karena mendapatkan undangan dari media sosial (medsos).
Pemantauan Media Indonesia Minggu (31/8) puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Demak terlihat hanya menunduk ketika keluar dari ruang pemeriksaan di Polrestabes Semarang, setelah sebelumnya tertangkap ikut dalam kegiatan aksi demonstrasi di Polda Jawa Tengah.
Para pelajar SMP, SMA, SMK dan SMP tersebut ditangkap setelah ketahuan berbuat anarkis saat mengikuti aksi demonstrasi, sehingga diangkut ke Polrestabes Semarang dan kemudian diperiksa. "Sebelum dilepaskan mereka kita bina dan orang tua kita panggil untuk bertemu anak-anaknya sera ikut mengawasi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Kustri Sartono membenarkan pembebasan 63 pelajar yang ikut dalam aksi demonstrasi yang berbuntut tindak anarkis berasal dari sejumlah sekolah di beberapa daerah tersebut hingga kemudian diamankan petugas.
Selanjutnya puluhan pelajar tersebut, ungkap Kustri Sartono, dikembalikan orang tuanya setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan dan pembinaan dari kepolisian. "Jumlah pekaharvfitanghap seluruhnya 95 anak, namun mereka yang dibebaskan ini tidak terlibat secara serius melakukan perusakan dan masih berusia di bawah 18 tahun," tambahnya.
Sedangkan pelajar yang berusia diatas 18 tahun, menurut Kustri Sartono, masih berada di Polrestabes Semarang karena penyidik masih melakukan pendalaman didalami, selain itu juga ada tambahan 8 siswa yang diamankan di Polda Jawa Tengah belum dapat diperoleh kepastian dan informasinya juga masih didalami.
Berdasarkan pengakuan para pelajar yang ditangkap saat aksi demonstrasi hingga berbuntut anarkis, lanjut Kustri Sartono, yang kemudian dibebaskan merekavhanya ikut-ikut saja, karena mendapatkan undangan dari sosial media sosial yakni ajakan demonstrasi tetapi tidak tahu demo seperti apa.
Menyikapi aksi demonstrasi yang kemudian menyeret parabiegajar tersebut, demikian Kustri Sartono, Dinas Pendidikan Jawa Tengah telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar siswanya tidak ikut demonstrasi. "Kami sudah menghimbau sejak Kamis (28/8) lalu, agar para siswanya tetap mengikuti pelajaran dan orang tua menjemput anak-anak saat pulang sekolah," tambahnya. (H-1)
Pemkot Semarang menetapkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan sebagai pilar utama RPJMD 2025–2029.
Tito juga menyebut MPP Kota Semarang sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah.
Grand Candi Hotel, hotel bintang lima yang berlokasi di kawasan Sisingamangaraja, telah lama menjadi ikon art & gallery hotel di Kota Semarang.
Fokus utama penanganan banjir ini dengan mendirikan dapur umum dan posko kesehatan untuk memastikan warga tidak kelaparan dan faskes bisa diakses
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan pembatalan 16 perjalanan kereta api (KA) yang melintasi Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/10).
Masyarakat Mijen menampilkan 14 gunungan unik, seluruhnya disiapkan secara swadaya tanpa dana APBD.
Komnas HAM mengapresiasi pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 secara persuasif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved