Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
DUA ruas Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan lumpuh total, karena aksi ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa sebagai solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang dilindas mobil barakuda milik Brimob di Jakarta.
Mahasiswa membakar ban di jalan dan menyandera truk untuk menutup jalan untuk dijadikan sebagai panggung orasi tepat di depan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). “Hidup ojol, bubarkan Polri,” teriak orator dalam orasinya.
“Telah berpulang ke rahmatullah saudara kita, saudara seperjuangan kita akibat aparat yang zolim. Itu membuktikan mereka tidak becus sebagai aparat,” katanya.
Mahasiswa juga menuntut agar para pelaku penabrak ojol dipecat dari kepolisian. Menurutnya, peristiwa ini merupakan bukti kepolisian hari ini melawan rakyat.
“Menindas rakyat dengan tidak manusiawi dan hati nurani. Hingga hari ini tidak ada kejelasan. Kami meminta Kapolri untuk turun dari jabatannya,” katanya.
Tampak terjadi kemacetan panjang akibat penutupan jalan oleh mahasiswa ini. Sejumlah kendaraan menumpuk di sekitar lokasi yang mencari jalan pintas.
Sejumlah pengendara tampak diarahkan oleh polisi lalu lintas untuk masuk ke Jalan Landak, Jalan Pendidikan, Jalan Faisal dan Jalan Jusuf Dg Ngawing.
Selain di depan kampus UNM, aksi juga terjadi di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan depan pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) sehingga kemacetan terjadi di sejumlah titik. (E-2)
Demo mahasiswa di depan Polda Metro Jaya hari ini membuat arus lalu lintas menuju kawasan SCBD dialihkan dan akses MRT Senayan ditutup sementara.
Dalam demo mahasiswa, massa dari UPN Veteran Jakarta memanas saat massa aksi berhasil mendobrak gerbang Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (29/8) sore.
Demo Mahasiswa di depan Polda Metro Jaya pada Jumat sore menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto arah Slipi tersendat.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung menembakkan air untuk mengurai massa. Merespon halauan polisi, massa aksi kemudian membalas dengan melempari petugas dengan benda keras.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat (GEMARAK) bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved