Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) Aceh, kembali menoreh kemajuan. Kali ini Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat (PRHIA) USK dianggap sebagai pusat riset unik.
Setelah itu mampu memberikan kontribusi dan berdampak signifikan bagi Masyarakat Hukum Adat di Aceh berjulukan Serambi Mekkah tersebut. Demikian antara lain dikatakan Rektor USK Prof Marwan, saat menyerahkan Sertifikat Penghargaan kepada Pusat Riset A dan B di lingkungan universitas negeri tertua di Aceh itu, Rabu (30/4).
Menariknya PRHIA yang baru berdiri selama tiga tahun berhasil meraih Peringkat B dari 29 ousat riset yang dievaluasi oleh tim LPPM USK pada tahun 2024.
“Pusat riset ini bisa terus berkembang, ada pusat riset yang unik seperti Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat yang selama ini langsung berdampak bagi masyarakat, telah memfasilitasi sertifikat tanah ulayat, dan pengakuan hutan adat di Aceh. Jadi, ke depan, indikator evaluasi tidak hanya pada publikasi, tetapi juga yang langsung berdampak bagi masyarakat. Instrumennya perlu dilihat lagi yang bisa mengakomodir," tutur Rektor Marwan.
Marwan mengapresiasi hasil evaluasi dan pemeringkatan pusat-pusat riset di lingkungan USK. Dari 29 pusat riset yang dievaluasi pada tahun 2024, 7 pusat riset meraih predikat A dan 12 meraih predikat B. Sisanya tidak melapor.
“Kami mengapresiasi kehadiran pusat riset yang telah memberikan banyak manfaat dan kontribusi bagi universitas dan Masyarakat. Ini suatu hal yang positif dan evaluasi yang dilakukan terhadap prosesnya. Kemudian outputnya, publikasi, dampak dan sebagainya, sehingga terpilihlah pemeringkatan tersebut," tutur Marwan yang lulusan Doktoral Birmingham University, Inggris itu.
Kepala PRHIA, Prof Azhari bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak atas raihan peringkat B tersebut.
“Atas nama PRHIA, saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuan semua pihak sehingga mendapatkan akreditasi B dan insya Allah kedepan dapat meningkat lagi yaitu mampu meraih peringkat A,” tutur Prof Azhar.
Sertifikat akreditasi B diserahkan dari Rektor Marwan dan diterima oleh Sekretaris PRHIA, Teuku Muttaqin Mansur.
"Alhamdulillah saya dipercaya menerima penghargaan besar ini. Ini amanah yang harus diemban dan bertanggung jawab untuk lebih baik lagi," katanya. (MR/E-4)
Universitas Sahid (Usahid) Jakarta resmi menerima sertifikat akreditasi perguruan tinggi dengan predikat Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Di berbagai negara, sistem penjaminan mutu berperan penting untuk memastikan perguruan tinggi menjalankan fungsi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Akreditasi Unggul mempermudah perguruan tinggi swasta (PTS) meraih peningkatan pendanaan lebih besar dari pemerintah dan industri, meningkatkan kerja sama dengan industri.
Lembaga jaminan mutu diperlukan untuk memastikan mutu akademik dan pembelajaran sesuai yang diinginkan dengan parameter yang telah ditentukan pendidikan tinggi.
Kebijakan kemandirian keuangan PTN dinilai menciptakan ketimpangan dalam dunia pendidikan tinggi.
LAM-PTKes telah mengembangkan standar mutu pendidikan tenaga kesehatan yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan ditingkatkan berdasarkan standar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved