Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai NasDem DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), setuju adanya rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung, yang dikemukakan Wali Kota Bandung terpilih, Muhammad Farhan. Pasalnya, Bandara Husein Sastranegara, merupakan salah satu penggerak ekonomi utama Jabar, yang memiliki peran penting dalam mendukung sektor jasa dan pariwisata.
“Sebagai salah satu penggerak utama ekonomi wilayah Bandung Raya, Bandara Husein Sastranegara memainkan peran vital dalam mendukung sektor jasa dan pariwisata di kawasan ini. Keberadaan bandara ini menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan mobilitas masyarakat serta kelancaran arus barang dan jasa,” kata Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jabar, Mamat Rachmat Rabu (22/1).
Menurut Rachmat, berdasarkan data per Oktober 2023, lebih dari 70% penumpang Bandara Husein merupakan penumpang dengan rute domestik menuju atau dari Denpasar dan Medan. Ini menunjukkan bahwa bandara ini berfungsi sebagai penghubung strategis bagi perjalanan antarkota di Indonesia, khususnya untuk rute-rute dengan potensi tinggi. Sebagai provinsi besar dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, adalah hal yang wajar jika Jabar memiliki dua bandara yang melayani penerbangan sipil berjadwal komersial.
“Apalagi Kota Bandung sebagai etalase Jabar, serta sebagai ibu kota provinsi, tentu membutuhkan infrastruktur transportasi udara yang memadai untuk mendukung peranannya sebagai pusat pemerintahan, ekonomi dan budaya,” tutur Rachmat.
Di sisi lain lanjut Rachmat, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dirancang sebagai bandara besar untuk pesawat wide-body dan penerbangan internasional memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Keberadaan bandara ini harus didorong dengan upaya maksimal dari semua pihak, baik pemerintah daerah, pusat, maupun swasta, agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi regional dan nasional.
“Perlu diingat, bandara adalah infrastruktur mobilitas yang menjadi motor penggerak ekonomi. Ketika bandara tidak beroperasi secara optimal, maka sektor-sektor ekonomi lainnya, seperti perdagangan, pariwisata dan jasa logistik, juga akan stagnan dan tidak tumbuh sesuai potensinya,” ucap Rachmat.
Rachmat menambahkan, Fraksi Partai NasDem akan mendorong seluruh pihak dalam memastikan optimalisasi fungsi Bandara Husein Sastranegara serta
optimalisasi Bandara Kertajati untuk memastikan Jabar mampu memaksimalkan potensi ekonomi kedepan.
“Kami mendorong seluruh pihak terkait untuk bekerja sama dalam memastikan keberlanjutan dan pengoptimalan fungsi Bandara Husein Sastranegara serta pengembangan Bandara Kertajati. Langkah ini merupakan hal penting untuk memastikan Jabar mampu memaksimalkan potensi ekonominya dan terus menjadi salah satu provinsi terdepan di Indonesia,” sambung Rachmat. (N-2)
Reaktivasi bandara di tengah kota ini akan menggairahkan kembali industri perdagangan dan pasar-pasar di Bandung.
Keberadaan dua bandara bukan kompetisi, melainkan strategi distribusi konektivitas udara kawasan Jabar, khususnya Bandung Raya.
Kehadiran rute ini memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat Jawa Barat (Jabar) sekaligus memperkuat jaringan mobilitas antarkota.
Pada 2019 sebelum pandemi, jumlah penumpang di Bandara Husein mencapai 3,8 juta orang per tahun, dengan 1 juta penumpang berasal dari Malaysia dan Singapura.
Jelajahi top 5 bandara di Bandung dan Jawa Barat 2025: lokasi strategis, fasilitas modern, dan tips perjalanan untuk liburan lancar.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan berharap bandara Husein Sastranegara bisa kembali dibuka. Bandara yang ditutup sejak 2023 itu diyakini membawa dampak ekonomi yang signifikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved