Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI demonstrasi dilakukan oleh para sopir taksi di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Minggu (28/10) malam. Aksi itu kemudian berujung ricuh antara sopir taksi dengan petugas keamanan bandara.
Tak pelak, kejadian itu turut mengganggu para penumpang pesawat yang hendak berpergian maupun baru tiba menggunakan pesawat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai termasuk turis asing.
Apalagi aksi unjuk rasa tersebut dilakukan di terminal kedatangan dan keberangkatan internasional.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan, memang benar terjadi aksi miskomunikasi antara para sopir taksi bandara dengan petugas bandara. Aksi itu terkait penertiban penjemputan di area kedatangan.
Ia menyampaikan permohonan maaf jika peristiwa tersebut mengganggu kenyamanan para pengguna jasa. PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai senantiasa berupaya menempatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa sebagai prioritas layanan.
"Dapat kami sampaikan bahwa peristiwa tersebut bermula dari kondisi area penjemputan yang cukup padat di kedatangan internasional, Minggu malam (27/10) pukul 21.45 Wita. Sehingga petugas airport security berupaya mengarahkan para penjemput untuk tidak terlalu maju ke jalur yang dilewati penumpang yang baru saja tiba. Namun, mengingat situasi cukup padat serta terindikasi adanya transportasi darat selain mitra usaha kami di sana, maka terjadi peristiwa seperti tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (28/10).
Terkait dengan aksi tersebut, menurut Syaugi, langkah pertama yang dilakukan di lapangan adalah melakukan mediasi agar permasalahan dapat teratasi sehingga tidak berdampak lebih lama pada kenyamanan pengguna jasa.
Selanjutnya, secara internal pihaknya melakukan investigasi terkait permasalahan tersebut dan akan berupaya melakukan langkah-langkah perbaikan agar hal serupa tidak terulang kembali.
"Selain investigasi, kami juga terus mengevaluasi flow penumpang agar mempermudah perjalanan penumpang utamanya saat tiba di bandara. Kami mohon dukungan semua pihak semoga dalam waktu dekat ada langkah perbaikan yang dapat segera diimplementasikan. Kami sampaikan terima kasih atas segala saran dan masukan untuk perbaikan layanan di masa yang akan datang," ujarnya.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali Made Rai Ridarta saat dikonfirmasi menyayangkan aksi tersebut terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
"Biasanya terjadinya demo terkait dengan tarif, rebutan penumpang, dan juga batas wilayah operasi. Saat ini sedang ada penataan pelataran bandara khususnya di areal kendaraan dan juga sebagian terminalnya. Penataan ini meliputi juga penataan tempat dan ruang parkir, kendaraan, sirkulasi kendaraan, dan sebagainya yang terkait. Konsekuensinya mungkin saja ada wilayah operasional eksisting yang berkurang atau berpindah tempatnya dari yang semula sebelum penataan. Semua pihak harus memakluminya," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika masalahnya soal penataan ulang atau pergeseran-pergesaran dan perubahan, tentu menjadi wewenang pihak Angkasa Pura Indonesia untuk mengaturnya. Namun, diharapkan tetap melihat eksisting operasional sebelumnya, serta tetap harus memperhatikan kenyamanan penumpang (naik turun) dan juga fasilitas parkir untuk taksi bandara dengan pola sirkulasi yang mudah, efisen, dan cepat ketika akan menjemput penumpang.
"Selaku stakeholder bidang transportasi, kami berpesan agar semua hal yang terkait antara kedua belah pihak (AP) dan para supir taksi dapat dibicarakan dengan baik, dicarikan solusi yang sama-sama senang, sama-sama menang. Karena, jika terus kacau akan berdampak pada kualitas layanan bandara dan tentu akan menjadi image yang kurang baik, apalagi di kedatangan internasional," ujarnya. (OL/J-3)
AKTIVITAS penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada tiga hari pertama operasional Posko Angkutan Lebaran 2026.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali resmi mengoperasikan Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran 2026/1447 H mulai Jumat (13/3).
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan menghentikan operasional penerbangan dan kebandarudaraan selama 24 jam berkaitan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948, Kamis (19/3).
BANDARA I Gusti Ngurah Rai Bali memastikan kesiapan operasional menjelang Hari Raya Nyepi dan periode libur Lebaran 1447 H dengan menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Perang Iran berdampak pembatalan 64 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. 8 ribu lebih penumpang tak dapat melakukan perjalanan karena ruang udara di Timur Tengah ditutup sementara.
Penerbangan tersebut merupakan penerbangan pertama Emirates dari Denpasar ke Dubai setelah penutupan ruang udara dan dampak konflik Timur Tengah antara AS-Israel dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved