Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT di DIY diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi, terutama potensi angin kencang, hujan deras, dan gelombang tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad mengungkapkan, potensi cuaca tersebut biasa terjadi saat memasuki masa peralihan musim, dari kemarau ke penghujan. BMKG pun telah memperingatkan terkait potensi peningkatan intensitas cuaca ekstrem, terutama pada November.
"Potensi terjadinya cuaca ekstrem saat masih dalam fase peralihan, Oktober ini," terang Noviar. Potensi angin kencang dan hujan deras akan lebih sering terjadi pada November.
Masa peralihan musim sudah dirasakan oleh masyarakat di pesisir Selatan DIY. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, gelombang laut di Pantai Selatan lebih tinggi dari biasanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Wahid Supriyadi menjelaskan, peringatan adanya gelombang tinggi sudah dikeluarkan BMKG. Analisis BMKG menyebutkan, pola angin di wilayah selatan Indonesia bergerak dari Timur ke Tenggara dengan kecepatan hingga 25 knot.
"Nelayan tidak melaut apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter (untuk alasan keselamatan)," terang dia. (H-2)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan analisis, kata dia, dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali selama periode prakiraan itu.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved