Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) dan malaria tengah mewabah di Kepulauan Tello, Kabupaten Nias Selatan. Hal ini menjadi perhatian yang berujung pada kerja sama yang erat antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Pemerintah Daerah (Pemda) Nisel. Ini juga merupakan bukti dari sinergi yang solid dalam melayani permasalahan masyarakat yakni kasus DBD di Kepulauan Tello.
Pihak TNI, Polrim dan pemda melakukan evaluasi dan pemantauan di Rumah Sakit Lapangan TNI yang dibangun untuk merawat pasien kasus DBD di Kepulauan Tello, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, pada Selasa (8/10/2024). Mereka tiba menggunakan Kapal Patroli KAL Hinako milik Lanal Nias.
Terlihat Bupati Nisel, Dr. Hilarius Duha, SH., MH., bersama Danlanal Nias, Kolonel Laut (P) Wishnu Ardiansyah, SE., M.Tr.Hanla., M.M., CHRMP., serta Kapolres Nisel, AKBP Boney Wahyu Wicaksono, S.IK., MH., yang melakukan evaluasi dan pemantauan di rumah sakit lapangan yang melayani masyarakat yang terdampak kasus DBD di Kepulauan Tello, demikian dilansir dari laman sumut.polri.go.id.
Baca juga : Kasus DBD di DIY Capai 3.018 Hingga September 2024, Dinkes DIY Sebut Meningkat dalam Tiga Tahun Terakhir
Kapolres bersama Forkopimda dan tim dari Kementerian Kesehatan mengunjungi pasien di rumah sakit tersebut. Selain memantau kondisi, kapolres bersama Forkopimda juga menyerahkan bantuan sembako dari Kementerian Sosial, Bappenas, BNPB RI, serta paket bantuan sosial dari TNI-Polri Peduli dan Polres Nias Selatan.
“Ini merupakan bukti nyata TNI, Polri dan pemerintah selalu hadir ditengah-tengah masyarakat,” kata Kapolres Boney.
Ia mengharapkan, wabah malaria dan kasus DBD di Kepulauan Tello dapat teratasi dan berakhir.
Baca juga : Dinas Kesehatan Tasikmalaya Waspadai Peningkatan Kasus DBD pada Musim Kemarau Basah
Dukungan yang diberikan meliputi tidak hanya logistik, tetapi juga pelayanan kesehatan dan keamanan. Tim gabungan ini mengambil pendekatan holistik, memastikan setiap kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan hingga keselamatan, terpenuhi.
Kolaborasi TNI, Polri, dan Pemda ini tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga membawa semangat kepedulian kepada warga yang terkena dampak. Setiap tindakan yang diambil mencerminkan kerja sama yang erat dalam melindungi dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala utama DBD adalah demam tinggi mendadak hingga 39°C, yang diikuti dengan nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual, dan muntah.
Pada kondisi DBD yang parah, bisa terjadi pendarahan serius, penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok), dan bahkan kematian. (H-2)
Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) yang ditemukan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan menurun dibandingkan tahun lalu.
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Maret mengalami peningkatan dibandingkan Februari.
Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Bangka Belitung. Boy Yandra mengatakan kasus DBD di Bangka hingga minggu ke 12 bulan Maret sebanyak 53 orang.
SEPANJANG periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 44 warga di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, positif terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.Â
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved