Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
FESTIVAL Tampo Lore 2024 di Desa Hanggira. Kecamatan Lore, Poso, Sulawesi Tengah, dinilai berpotensi mendukung pembangunan ekonomi pariwisata berkelanjutan kabupaten itu.
Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Diah Agustiningsih mengatakan, pertunjukkan seni tradisional seperti tarian, pameran kerajinan tangan, serta kuliner khas masyarakat Lore menjadi bagian penting dalam Festival Tampo Lore.
Namun , tidak hanya itu agenda yang telah masuk tahun ketiga digelar ini memiliki potensi kuat mendukung ekonomi berkelanjutan di Poso.
Baca juga : Organisasi Pers di Sulteng Kembali Gelar Festival Media Bertema Hijau
“Oleh karena itu peningkatan pariwisata dan promosi produk lokal wajib terus didorong sehingga menciptakan peluang ekonomi di tingkat masyarakat Poso,” terangnya saat membuka Festival Tampo Lore 2024 di Poso, Jumat (28/6).
Diah mengajak, masyarakat Poso umumnya Sulteng bersyukur dan berbangga, pasalnya Sulteng memiliki tanggung jawab kolektif terhadap pelestarian alam bersama keberagaman budaya tradisinya yang begitu berharga.
“Festival Tampo Lore tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga menjadi titik tolak untuk menjaga keajaiban alam dan budaya di daerah agar bisa lestari sampai generasi mendatang,” ungkapnya.
Baca juga : Jelajah Togean, Inovasi Tojo Una Una Tarik Wisatawan
Diah berharap, segala potensi pariwisata yang ditawarkan Sulteng khusus yang ada di Poso bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan Festival Tampo Lore sebagai panggung untuk melestarikan keberagaman budaya dan keindahan alam.
“Semoga festival ini akan memberikan kenangan tak terlupakan dan menginspirasi kita semua dalam menjaga dan melestarikan warisan kita yang berharga,” imbuhnya.
Baca juga : Buka Festival TKM 2023, Menaker: Pacu Kompetensi TKM Jadi Penyedia Lapangan Kerja
Ketua Panitia Festival Tampo Lore, Muhammad Subarkah menjelaskan, Festival Tampo Lore merupakan festival milik masyarakat Tampo Lore yang mendiami tiga wilayah lembah diantaranya Lembah Pekurehua, Lembah Behoa dan Lembah Bada di Poso.
Kegiatan ini merupakan festival yang digagas melibatkan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Tampo Lore.
“Festival pertama telah dilaksanakan di Lembah Pekurehua tepatnya di Desa Wanga, Kecamatan Lore Peo pada 2019. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Konsorsium Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) ini sudah memasuki tahun ke tiga,” paparnya.
Baca juga : Festival Danau Poso Tampilkan Pesona Air Terjun Saluopa
Menurut Subarkah, festival ini diharap bisa mendorong progres pembangunan di Poso. Karena semangat kegiatan ini untuk ikut mendorong ekonomi kreatif.
“Saya sudah tujuh tahun bekerja di Poso. Dan saya belum melihat ada kegiatan di Tampo Lore. Oleh karena itu untuk mendorong ekonomi kreatif, kami menggagas festival ini,” ungkapnya.
Setelah kegiatan ini berjalan di tahun pertama (2019), kerjasama dengan pelbagai pihak pun terbangun.
Khususnya kerjasama dengan Dinas Pariwisata Poso dan Dinas Pariwisata Sulteng.
“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan tahunan karena bisa menarik kunjungan wisatawan lokal maupun wisatawan internasional. Selain itu, dalam festival ini pengujung bisa menikmati objek wisata lain yang ada di Poso dan Sulteng pada umumnya,” tandas Subarkah.
Bupati Poso, Verna Gladies Merry Inkiriwang menambahkan, tahun depan (2025) pemerintahan yang dipimpinnya fokus kepada pengembangan pariwisata.
Oleh karena itu, ia telah menganggarkan dana khusus untuk pariwisata.
“Untuk jumlahnya saya lupa berapa miliar. Yang pasti, 2025 saya sudah menganggarkan dana khusus untuk pariwisata di wilayah Poso,” tutupnya. (TB/M Taufan SP Bustan)
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Indonesia kembali berada di persimpangan strategis antara penguatan kapasitas negara untuk pembangunan jangka panjang atau konsolidasi kekuasaan ekonomi.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
ATLET asal Sulawesi Tengah, Brigpol Akyko Micheel Kapito, dipastikan memperkuat tim nasional Teqball Indonesia pada Sea Games Thailand 2025.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved