Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGUNAN yang mengalami kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 6,6 yang mengguncang Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (2/11), terus bertambah. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang dan BPBD Kota Kupang masih melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan maupun fasilitas umum.
Sampai Jumat (3/11) pukul 14.00 Wita total bangunan yang rusak mencapai 169 unit. Ini bertambah dibandingkan laporan pada Jumat pagi sebanyak 82 unit. Bangunan yang rusak terdiri dari 145 unit di Kabupaten Kupang dan 24 unit di Kota Kupang.
Dari ratusan bangunan tersebut, 124 di antaranya rumah penduduk. Sisanya gedung pemerintah dan fasilitas umum. "Di Kabupaten Kupang, warga yang terdampak gempa sebanyak 520 orang," kata Kepala BPBD Kabupaten Kupang, Semy Tinenti, kepada Media Indonesia.
Baca juga: 95 Bangunan Rusak Akibat Gempa di Kupang
Untuk kerusakan bangunan di Kota Kupang, semula dilaporkan 14 unit lalu bertambah menjadi 24 unit. Gedung pemerintah sebanyak tiga unit dan satu pusat pembelanjaan. "Jenis kerusakan tembok retak dan sebagian plafon roboh," tambah Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Kota Kupang, Jeneva Malelak.
Menurut Semy Tinenti, upaya yang dilakukan saat ini masih tahap pendataan. "Asumsi kami data yang diterima sampai dengan saat ini belum mencapi 50% dari dampak nencana yang ditimbulkan," katanya.
Baca juga: 82 Bangunan Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,6
Menurutnya, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta BMKG Kupang untuk memantau potensi gempa susulan. "Kami juga terus membangun koordinasi dengan BNPB untuk intervensi penanganannya sebagai penanganan awal. Kami akan melakukan penyaluran bantuan logistik ke beberapa masyarakat terdampak," jelasnya. (Z-2)
Sinergi seluruh stakeholder menjadi kunci utama dalam memastikan pengoperasian bandara internasional dapat berjalan optimal sejak hari pertama.
MENJELANG Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengungkapkan telah melakukan berbagai cara untuk meredam harga utamanya komoditas pangan.
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Kelangkaan air di Kupang selama ini memaksa banyak keluarga harus menempuh jarak jauh, membeli air dengan harga tinggi, atau berhemat ekstrem dalam aktivitas sehari-hari.
Wakil Duta Besar Gita Kamath bertemu dengan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membahas kerja sama Australia dengan NTT.
MBG melalui Sentra Pemberdayaan dan Pelayanan Gizi (SPPG) Kota Raja di Kuanino, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus berjalan dengan standar ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved