Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HILIRISASI produk pertanian melalui pengembangan produk olahan senantiasa diserukan dan didorong Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) untuk diimplementasikan oleh para petani penerima manfaat SIMURP pada 24 kabupaten di 10 provinsi.
Bank Dunia mengapresiasi Indonesia mengembangkan hilirisasi produk pertanian melalui Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menunjang peningkatan kesejahteraan keluarga petani.
Apresiasi tersebut dikemukakan Tara Sinta, Team Leader Program SIMURP dari Bank Dunia pada ´Temu Tani Pertanian CSA´ di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) baru-baru ini di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP] Gobong.
Baca juga: Plt Mentan Ungkap Food Estate Dimasifkan, Fokus pada Beras dan Tebu
Acara juga dihadiri Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mewakili Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan, Bustanul Arifin Caya.
""Bank Dunia menilai kegiatan SIMURP sangat penting untuk Indonesia terutama bagi petani. Bank Dunia juga apresiasi hasil yang dicapai Program SIMURP di Kabupaten Grobogan, khususnya peningkatan produktivitas dan hilirisasi produk dari KEP dan KWT yang beragam," kata Tara Sinta.
Upaya petani berwawasan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture [CSA] sejalan dengan kebijakan dan strategi Kementan bagi petani didampingi penyuluh dari lokasi kegiatan SIMURP untuk berperan aktif mengembangkan produk olahan pertanian sebagai upaya hilirisasi CSA.
Ancaman Krisis Pangan Global
Ke depan, dunia akan dihadapkan pada ancaman krisis pangan global, diperkirakan 30% produktivitas pertanian diprediksi akan terus menurun maka Indonesia harus siap mengantisipasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global melalui implementasi teknologi CSA.
Baca juga: Bank Dunia Akui Keberhasilan Indonesia Implementasi CSA
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan produk-produk pertanian akan mampu memberikan nilai tambah jika kita mampu mengolah produk-produk pertanian menjadi produk turunan.
"Oleh karena itu, jangan terfokus di hulu. Jangan fokus di on farm atau budidaya saja. Juga fokus pada pascapanen, pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga perdagangan, karena di hilir atàu olahan akan diperoleh nilai tambah," katanya.
Dedi Nursyamsi menambahkan, nilai produk olahan jauh lebih besar ketimbang produkk hulu. Contohnya, jika petani menjual padi hanya jual gabah laku harga 4.000 tetapi kalau gabah diproses menjadi beras maka harganya lebih tinggi.
"Daging sapi misal jika kita jual Rp 130.000 per kg kemudian kita olah menjadi produk turunan seperti abon, bakso dan sosis sudah pasti nilai tambahnya meningkat," katanya lagi.
Baca juga: Hilirisasi Produk CSA, Kementan Dampingi Temu Usaha Wanita Tani di Jember
Dedi Nursyamsi mengingatkan pentingnya mengubah mindset petani dan masyarakat tani mulai berorientasi bisnis bukan sekadar berproduksi memenuhi kebutuhan pangan.
Kegiatan Temu Tani CSA di Kabupaten Grobogan, Jateng pada Jumat pekan lalu [6/10] dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan beserta Kepala Bidang Penyuluhan, Tim Leader Program SIMURP dari Bank Dunia beserta jajarannya, Tim CPMU Ditjen SDA Kementerian PUPR, Tim dari Direktorat Irigasi dan Rawa Bappenas, Tim NPIU SIMURP dari BPPSDMP Kementan, Tim KPIU SIMURP, penyuluh, petani, Poktan, P3A, KEP dan KWT Kabupaten Grobogan.
Project Manager SIMURP, Sri Mulyani mengatakan dampak perubahan iklim dirasakan di Kabupaten Grobogan. Panas terik mencapai 38 derajat Celcius, memicu kekurangan air irigasi dan kekeringan pada tanah.
"Meskipun begitu, pertanian di Kabupaten Grobogan tergolong masih kuat bertahan. Ditandai dengan produksi padinya masuk kategori tertinggi di Provinsi Jawa Tengah, sementara produksi komoditas jagung dan kedelai masuk kategori tertinggi secara nasional," katanya.
Ahmadi, petani penerima manfaat Program SIMURP mengakui teknologi CSA sangat besar manfaatnya bagi petani pada kelompok taninya. Selain penerapan teknologi CSA dapat mengurangi emisi Gas Rumah Kaca, pendapatan petani juga meningkat signifikan.
"Kami berharap ke depan, mereka dapat melakukan demplot dan sosialisasi teknologi CSA kepada petani lain," katanya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Grobogan menegaskan komitmen untuk mendukung sosialisasi dan kampanye Pertanian CSA melalui program Ngopi Tani, Ngomong Pinter Tani, dan juga Demplot terintegrasi berupa pupuk organik dan anorganik. (RO/S-4)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved