Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN industri pertambangan batu bara di Indonesia memiliki dampak positif yang signifikan terhadap ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional. Untuk itu PT Bukit Asam Tbk (PTBA) konsisten dalam mendorong kontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah operasi.
"Selama 21 tahun sejak menjadi perusahaan terbuka, kami telah menjadi pemain utama dalam industri pertambangan batu bara," kata Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Nikho Candra, belum lama ini.
Menurutnya, PTBA beroperasi dalam seluruh rantai pasokan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar dan memberikan kontribusi penting bagi perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat.
PTBA memiliki basis sumber daya batu bara yang besar sebanyak 5,851 miliar ton, dengan cadangan batu bara sebanyak 3,018 miliar ton, yang memperkuat kontribusi signifikan perusahaan terhadap sektor pertambangan di Indonesia.
Baca juga: Menteri ESDM Tegaskan Penutupan Terakhir PLTU Batu Bara di 2058
Dari segi ekonomi, PTBA berhasil mencapai produksi sebesar 18,8 juta ton pada semester pertama tahun 2023, meningkat 18 persen secara year-on-year dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 15,9 juta ton, dengan pendapatan sebesar Rp18,9 triliun atau tumbuh 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Prof Didik Susetyo mengatakan kehadiran pertambangan batu bara memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesempatan kerja, pendapatan, dan kualitas hidup masyarakat sekitar area operasionalnya.
"Operasional industri pertambangan batu bara memicu efek pengganda (multiplier effect) pada pembangunan lainnya. Dampak positif keberadaan produsen batu bara nasional seperti PTBA di Sumsel harus dimaksimalkan," kata Didik.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi hilirisasi batu bara dalam mendukung keberlanjutan perannya, terutama dalam menghadapi transisi ke energi baru terbarukan menuju Indonesia Emas 2045.
"Upaya untuk mengadopsi energi baru terbarukan harus sejalan dengan potensi sumber daya batu bara yang masih melimpah, dengan teknologi yang ramah lingkungan, dan memberikan berkontribusi penuh pada pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah," kata Didik.
Kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfokus pada kontribusi ekonomi, PTBA juga berkomitmen untuk berperan aktif dalam aspek sosial dan lingkungan melalui berbagai inisiatif.
Baca juga: Dari Hilirisasi sampai Manajemen Karbon, Dorong Kinerja Positif PTBA
PTBA telah mengembangkan delapan bidang pengembangan pemberdayaan masyarakat (PPM), yang mencakup pendidikan, kesehatan, pengembangan dan pembinaan kelompok, kemandirian ekonomi, sosial budaya, partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur dalam mendukung kemandirian PPM, dan PPM inovatif beserta PLTS irigasi.
PTBA juga telah melaksanakan berbagai program peningkatan kemandirian ekonomi dalam bentuk pembinaan usaha bagi para mitra binaan, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar wilayah perusahaan.
Mitra-mitra binaan PTBA mencakup sektor perikanan, perdagangan, pertanian, perkebunan, keuangan, dan industri. Hingga saat ini, sudah terdapat 1.620 usaha mikro kecil binaan dan 478 kegiatan pelatihan telah dilaksanakan.
Termasuk pelatihan sertifikasi kompetensi, penerapan aplikasi platform Pasar Digital (Padi), pelatihan kewirausahaan, pelatihan dan pengembangan dan budidaya tanaman perkebunan seperti karet, sawit, dan kopi, pelatihan manajemen keuangan dan pencatatan transaksi keuangan secara digital, hingga manajemen sumber daya manusia. (Z-6)
Pertambangan berkontribusi sekitar 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batubara mencapai Rp140,5 triliun pada 2024.
PT Multi Harapan Utama (MHU) memanfaatkan momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 untuk menegaskan kembali pentingnya keselamatan kerja.
KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) mengusulkan rencana penyesuaian wilayah pertambangan (WP) Tahun 2025.
PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan pertambangannya.
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
HAKIM Konstitusi Saldi Isra, mempertanyakan dasar pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam sidang lanjutan pengujian UU Minerba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved