Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi di Jawa Tengah diperkirakan akan tetap optimis dan terjaga stabil. APBN regional Jawa Tengah dengan didukung peran APBD sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi tumbuh akseleratif untuk menjaga pemulihan ekonomi dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Tengah.
Kepala Kanwil DJPb Jawa Tengah selaku Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Tengah Muhdi dalam keterengan pers di Semarang mengatakan pascapandemi covid-19, kebijakan pembangunan kembali difokuskan untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045.
Perwujudan visi tersebut ditempuh dengan berbagai kebijakan berkesinambungan, salah satunya dengan dukungan dari transformasi ekonomi yang sistematis, terarah, dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan output perekonomian dan mengembalikan perekonomian pada jalur potensial.
Baca junga: Desa Wisata Sidowarno Klaten Raih Juara IV Kategori Suvenir ...
Menurutnya, APBN berhasil mendorong perbaikan di berbagai indikator pembangunan Jawa Tengah. Angka pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan II 2023 mencatatkan nilai positif sebesar 5,23% (y-on-y), lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17% (y-on-y).
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yaitu sebesar 10,45% (y-on-y). Sedangkan dari sisi pengeluaran, kenaikan tertinggi dicatat oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yaitu sebesar 9,39% (y-on-y).
Ditinjau dari data inflasi, pada Juli 2023 di Jawa Tengah berhasil mencatatkan besaran 0,20% (m-to-m). Angka inflasi ini naik jika dibandingkan Juni 2023 sebesar 0,03% (m-to-m) namun masih lebih rendah daripada inflasi nasional sebesar 0,21% (m-to-m).
Bahkan, beberapa indikator kesejahteraan yang relatif baik. Tingkat kemiskinan di Jawa Tengah berhasil turun pada Maret 2023 yaitu 10,77%, turun 0,21% jika dibanding September 2022 sebesar 10,98%.
Hal ini sejalan dengan turunnya tingkat pengangguran pada Februari 2023 sebesar 5,24% jika dibandingkan Agustus 2022 sebesar 5,57%. Walaupun Gini Rasio pada Maret 2023 di Jawa Tengah sebesar 0,369 naik 0,003 poin jika dibandingkan September 2022 sebesar 0,366, namun nilai tersebut masih di bawah nilai nasional sebesar 0,388.
Di tengah ketidakpastian global, Indonesia diperkirakan termasuk sebagai salah satu negara yang tumbuh kuat di 2023, melanjutkan momentum positif periode sebelumnya. Pemulihan ekonomi nasional juga terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia termasuk Jawa Tengah.
Kinerja Fiskal Regional
Dalam mendukung arah kebijakan tersebut, APBN di Jawa Tengah berhasil menunjukkan performa yang optimal. Ditinjau dari sisi penerimaan maupun belanja, semua menggambarkan konsolidasi APBN yang sangat kuat, kredibel dan solid.
Hal ini tampak pada penerimaan APBN Jawa Tengah sampai dengan 31 Juli 2023 berhasil mencapai penerimaan Rp57,27 triliun (55,19% dari target), serta realisasi belanja APBN mencapai Rp59,27 triliun (55,56% dari pagu). Penerimaan Pajak di Jawa Tengah berhasil mencapai Rp27,58 triliun (60,57% dari target), secara nominal tumbuh 1,99% dibandingkan periode yang sama TAYL.
Jenis penerimaan Perpajakan dengan realisasi tertinggi adalah Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai masing-masing sebesar 59,19% dan 62,65%. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai berhasil mencapai Rp25,79 triliun (48,41% dari target) dengan kontribusi terbesar diberikan oleh penerimaan cukai sebesar Rp24,61 triliun (48,02% dari target).
Belanja negara yang berkualitas (spending better) juga menjadi perhatian penting bagi pemerintah dan terus dipertajam untuk menghasilkan output/ outcome yang mampu memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat dan perekonomian. (HT/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved