Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI salah satu daerah yang memiliki keunikan budaya, sejatinya Semarang mempunyai potensi besar di bidang pariwisata. Sayangnya hal itu belum digarap dengan baik. Karena itu butuh dukungan semua pihak untuk mengembangkan pariwisata di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.
Hal itu diungkapkan Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat. Ia pun mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan potensi wisata di Kota Semarang agar menjadi destinasi wisata yang mampu menyedot data tarik wisatawan.
"Kota Semarang ini sangat kaya dan sangat potensial untuk menjadi seperti Bali. Di sini komplet, ada wisata alam, pegunungan dan laut, ada wisata religi semua agama, punya aneka kuliner khas yang lezat, ada Kota Lama dengan gedung-gedung tua bersejarah, ada aneka budaya Jawa, Melayu, Arab, China, ada wayang kulit hingga wayang potehi, yang sangat potensial untuk menggaet banyak wisatawan," tegas Irwan Hidayat, Rabu (23/8) di poolside Hotel Tentrem Semarang.
Baca juga: Sandiaga Uno Apresiasi Anak Muda di Makassar Bangkit dengan ...
Irwan mengatakan, berbagai potensi wisata Kota Semarang itu harus disajikan secara genuine, asli, apa adanya sebagai sebuah kearifan lokal.
"Contoh dulu pernah ada turis asing berduyun-duyun datang ke Kali Ciliwung hanya untuk berfoto-foto bersama warga lokal yang tengah beraktivitas di sungai, senengnya minta ampun. Nah, yang kayak gitu bisa dikembangkan juga di sini," tegas Irwan.
Pihaknya, kata Irwan, juga mendukung wisata di Semarang dengan membangun hotel Tentrem, hotel Chanti, dan dua hotel lagi yang akan segera dibangun. Di pabrik Sido Muncul bahkan setiap bulan ada wisatawan mencapai 12.000, dan tiap tahun 140 000 orang untuk melihat agrowisata dan melihat produksi jamu.
"Kami juga akan segera membangun sport center di Klipang dan apartemen premium di kawasan tersebut. Selain itu, di lokasi pabrik akan dibangun pula research center dan museum jamu," paparnya.
Irwan mengatakan, keluarga besarnya selalu mengutamakan nilai dari sebuah investasi.
"Kami berprinsip to create the value of the environment. Nomor 1 itu value, baru profit, bagaimana harus memberi nilai pada sesuatu yang dibangun. Tujuannya seperti itu," tegasnya.
Pengusaha dan Ketua Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata) Harjanto Halim, menyambut baik gagasan Irwan Hidayat.
"Harus ada blue print untuk mengembangkan wisata kota Semarang agar lebih terintegrasi di semua sektor," kata bos minuman kemasan ini. Kita beri nama saja ini sebagai Gerakan Semawis, gerakan Semarang untuk pariwisata," ujarnya.
Halim menilai, potensi wisata Semarang luar biasa kaya dan didukung kemajemukan masyarakatnya yang berlangsung secara alami.
"Kita ingin membuat pariwisata di mana jangan sampai penduduk lokal hanya jadi penonton, tapi menjadi bagian dari keseharian, bagian dari pariwisata. Harus dibangun kenyamanan dan keamanan bagi turis saat berjalan kaki di trotoar jalan, misalnya," kata Halim. (HT/A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved