Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia (UPI) mewisuda sebanyak 2.157
lulusan, Kamis (22/6).
Para lulusan terdiri dari wisudawan program D3 sebanyak 10 orang,
S1 sebanyak 1.716 orang, S2 berjumlah 338 orang dan S3 sebanyak 93 orang.
Rektor UPI, Prof M Solehuddin mengungkapkan saat ini semua elemen masyarakat menghadapai tantangan cukup besar di era Industri 4.0 yang ditandai dengan perubahan eksponensial. UPI harus tetap berada di garis depan dalam perkembangan teknologi.
"Karena itu, tidak cukup hanya dengan penguatan spesialisasi akademik, para lulusan harus membangun kolaborasi lintas-disiplin agar mampu mengantisipasi perubahan. Di antaranya karena disrupsi pasar kerja akibat proses digitalisasi di berbagai bidang kehidupan," tambahnya.
Untuk itu, lanjut dia, UPI perlu memberikan ruang untuk tumbuhnya adaptabilitas, fleksibilitas, diversifikasi dan diferensiasi sejalan dengan teknologi yang terus berkembang dalam interval waktu yang semakin pendek. UPI perlu menawarkan berbagai program ilmu
pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni dan matematika (STEAM) dan
melalui pendekatan antar-disiplin dan lintas-disiplin.
Prof Solehuddin Menegaskan UPI perlu melakukan integrasi teknologi terkini untuk melahirkan kompetensi terapan para lulusan. UPI harus bisa mengikuti perubahan eksponensial yang terlahir di era perubahan cepat ini.
"Perubahan ini menghadirkan beberapa tantangan penting bagi Pendidikan guru. Seiring dengan teknologi yang terus berkembang, para pendidik harus siap untuk merancang dan menerapkan praktik pembelajaran yang inovatif," tandasnya.
Menko Polkam
Wisuda di kampus UPI juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan Prof Mahfud MD. Dalam pidato ilmiahnya, dia mengingatkan warga Indonesia akan menggelar pesta demokrasi pada 2024.
"Sistem pemilu tetap menggunakan proporsional terbuka. Sisten ini dinilai lebih dekat dengan sistem pemilu yang diinginkan UUD 1945," lanjutnya.
Perguruan tinggi, tambah dia, berperan sebagai pengawas dan pemantau
pemilu yang berfungsi sebagai penjaga etika dan sistem nilai yang sangat dibutuhkan agar proses demokrasi tidak tercederai. Sebagai fasilitator dan edukator, perguruan tinggi dapat memfasilitasi masyarakat agar tidak apatis dan anti-politik.
"Tingkat pendidikan masyarakat kita belum sepenuhnya melek politik. Karena itu, kampus dapat mengambil peran untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat," tandasnya. (N-2)
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Sebanyak 28% lulusan Universitas Prasetya Mulya tercatat telah membangun usaha, baik berupa STEM-driven business maupun traditional business.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved