Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Nelayan Pesisir mengelar pelatihan membuat Kelempang di Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), Selasa (20/6),
Koordinator Nelayan Pesisir Provinsi Sumsel Heldi Bagja mengatakan Kelempang merupakan makanan sejenis kerupuk khas daerah Palembang.
Kelempang dibuat dari ikan segar hasil tangkapan nelayan, dicampur dengan tepung, penyedap rasa, lalu dikeringkan dan kemudian dipanggang.
Baca juga : Kiai Muda Jatim Gelar Pelatihan Pembuatan Rendang Ayam dan Sapi
"Kelempang sendiri terbuat dari (bahan dasar) ikan hasil tangkap nelayan, terigu dan diolah," ujar Heldi di lokasi acara.
Menurut Heldi, pelatihan ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan keterampilan dan meningkatkan nilai ekonomi produk mereka, sambil mempromosikan kuliner khas Palembang.
Baca juga : Kembangkan Kewirausahaan, Sukarelawan Ini Gelar Pelatihan Penyajian Kopi di Indramayu
Dalam pelatihan, masyarakat khususnya Ibu-ibu diajarkan teknik-teknik pengolahan ikan menjadi Kelempang yang berkualitas tinggi, lezat, dan menggugah selera.
"Ibu-ibu kami tingkatkan kualitas sumber daya manusianya untuk belajar membuat Kelempang," jelasnya.
Heldi Bagja juga berkomitmen untuk memberikan bimbingan dalam hal produksi dan pemasaran Kelempang.
Melalui pelatihan ini, masyarakat belajar tentang pemilihan ikan yang tepat, proses pengolahan yang benar, dan strategi pemasaran yang efektif.
Dengan demikian, Heldi berharap kemampuan masyarakat sehingga menghasilkan Kelempang berkualitas tinggi dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar.
"Kami juga membantu pemasaran untuk Kelempang bisa dikenal luas," ucapnya.
Selain itu, Heldi juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kuliner khas Palembang. Kelempang, makanan ikonik dari daerah ini, akan semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Hal ini juga berpotensi mengangkat pariwisata kuliner di Palembang dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami juga membantu jaring untuk nelayan agar bisa meningkatkan produktivitasnya. (Harapannya) nelayannya bisa menangkap ikan produksinya bagus, banyak. Ibu-ibu yang diajarkan membuat Kelempang, bisa meningkat SDM-nya," ucap Heldi.
Komunitas Nelayan Pesisir berkomitmen untuk melanjutkan upaya mereka dalam mendukung pengembangan sektor perikanan dan mempromosikan kuliner khas Palembang melalui program-program pelatihan dan kegiatan sosial lainnya.
Masyarakat menyambut baik dan antusias acara ini. Seorang peserta, Maisaroh mengaku senang karena bisa membuat Kelempang.
"Seneng, alhamdulilah. Bisa membuat makanan ini," ucapnya.
Menurut Heldi, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah telah terbukti peduli pada nelayan, diantaranya dengan membuat aplikasi Sistem Informasi Kelautan dan Perikanan (Siandin).
Aplikasi ini akan banyak membantu nelayan dalam mengakses informasi. Mulai dari cuaca, berita, publikasi, ekspor hasil perikanan, statistik perikanan, pemasaran, harga ikan dan lain sebagainya.
"Bukan tidak mungkin ketika Bapak Ganjar menjadi pemimpin negara ini, bisa membuat aplikasi dimana titik Ikan-ikan pada kumpul," ucap Heldi. (RO/Z-5)
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Bali Coffee Club Jakarta dirancang sebagai ruang terbuka bagi komunitas untuk berkarya dan berkolaborasi.
Program utama yang mencuri perhatian dalam aktivasi ini adalah Badut Tongkrongan, sebuah ajang pencarian bakat komika versi komunitas.
Off-road melibatkan sekitar 200 peserta dengan 60 unit Toyota Fortuner yang datang dari 27 chapter di berbagai daerah di Indonesia.
False solutions adalah distraksi teknokratis yang memberi jalan bagi korporasi untuk terus menghasilkan emisi dan merusak hutan, sambil mengabaikan krisis iklim yang sedang dihadapi.
Ajang penghargaan tahunan Priority Partners Sinar Mutiara 2025 sukses digelar dengan dihadiri ratusan reseller dari berbagai daerah di Indonesia.
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved