Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) Solo, Jawa Tengah, terus bergerak mendorong optimalisasi pemberdayaan umat berbasis masjid. Mereka berkolaborasi dengan Baznas dan Kantor Kementerian Agama se-Solo Raya.
Salah satunya, dengan menggelar kegiatan sarasehan dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid dan Dewan Masjid Indonesia. Mereka menghadirkan Masjid Al Falah Sragen, yang belakangan mampu mengelola ZIS dan unit usahanya.
"Untuk berbagi kisah sukses dalam pemberdayaan ekonomi berbasis nasjid termasuk pengelolaan ZIS dan unit usahanya," kata Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo.
Saat berbagi pengalaman, Ketua Takmir Masjid Al Falah, Kusnadi Ikhwani bercerita, tentang kemampuan masjid yang dikelola mampu menghimpun dana Rp2,4 miliar pada 2022. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan dakwah, pemberdayaan ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan operasional.
Keuangan masjid dikelola dan diaudit secara berkala oleh lembaga resmi Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen, sehingga keuangan masjid tersistem dan tercatat dengan baik. Masjid Al Falah juga mengembangkan pemberdayaan ekonomi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar masjid agar dapat naik kelas dari mustahik menjadi muzakki.
Dia berharap melalui kisah sukses ini, masjid lainnya bisa tergerak untuk dapat mereplikasi program-program yang dijalankan sehingga masjid dapat berfungsi selain sebagai pusat dakwah juga menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah umat.
Bank Indonesia berharap masjid mampu memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat karena sebagai pusat kegiatan sosial keagamaan masyarakat terutama dalam penghimpunan dana sosial Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).
"Jadi mampu mengelola dan mendistribusikan dan sekaligus memberdayakan ekonomi umat berdasarkan prinsip syariah," imbuh Nugroho.
Masjid, lanjut dia, menjadi pusat pengembangan ekonomi, ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Keberadaanya dikembangkan berbagai kegiatan yang mengarah pada terwujudnya masyarakat madani. (N-2)
Kondisi Masjid Syuhada Tamiang sebelumnya cukup memprihatinkan karena tertutup material lumpur, noda, serta kerak sisa bencana yang mengeras.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
Masjid ini dirancang menjadi pusat ekosistem terpadu yang menggabungkan aspek spiritual, kewirausahaan (ecopreneurship), dan pemberdayaan masyarakat.
Masjid perlu terus dimakmurkan dan dimanfaatkan sebagai sarana membangun masyarakat yang religius sekaligus mandiri.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Masjid Nurul Hidayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan meluncurkan Program Sedekah Barang.
Kemenag dan Kemenkop UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi umat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved