Senin 13 Februari 2023, 21:13 WIB

Ini Kata Badan Geologi soal Fenomena Sinar Api dari Gunung Tangkubanparahu

mediaindonesia.com | Nusantara
Ini Kata Badan Geologi soal Fenomena Sinar Api dari Gunung Tangkubanparahu

MI/ALEXANDER PRIYASMA
Foto udara kawah Gunung Tangkubanparahu, Bandung Barat, Jawa Barat.

 

BADAN Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendeteksi adanya fenomena sinar api di Kawah Ecoma pada Gunung Tangkubanparahu, Jawa Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Senin (13/2), mengatakan bahwa fenomena itu terdeteksi dari kamera CCTV infrared pada 9-10 Februari lalu.
 
Namun, ia memastikan fenomena di gunung yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang itu bukan disebabkan oleh adanya magma yang naik ke permukaan.

"Pada 9 Februari 2023, terlihat pada tangkapan layar CCTV di Gunungapi Tangkubanparahu adanya sinar api dari dalam kawah Ecoma. Selanjutnya pada 10 Februari 2023, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengirim tim," kata Wafid.

Dia menjelaskan kamera itu menangkap adanya sinar api mulai 9 Februari pada pukul 18.30 WIB hingga 10 Februari pukul 03.00 WIB. Namun setelah tim melakukan pengecekan, kata dia, pada 10 Februari pukul 19.00-20.00 WIB sudah tak terlihat lagi adanya sinar api di kawah itu.


Baca juga: Korban Tenggelam di Air Terjun Aimitak Sikka Ditemukan


Menurutnya, adanya titik panas atau sinar api yang terpantau pada kamera pengawas (CCTV) bisa disebabkan oleh adanya aliran fluida yang naik ke permukaan hingga menyebabkan pemanasan di area kawah.

Dari aliran fluida itu, lanjutnya, bisa menimbulkan reaksi dengan batuan terutama endapan belerang yang ada di sekitar lubang kawah sehingga menimbulkan sinar api yang terpantau oleh kamera CCTV infrared.

Untuk itu, dia pun menegaskan status Gunung Tangkubanparahu masih dalam Level I atau normal setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh pada Senin ini.

Dengan hal tersebut, dia juga mengimbau masyarakat tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkubanparahu dan beraktivitas seperti biasanya.

Di samping itu, dia pun meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki sekitar gunung itu agar tidak turun atau mendekat ke dasar kawah-kawah aktif.

"Agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas," kata Wafid. (Ant/OL-16)

Baca Juga

Antara/Muhammad Arif Pribadi.

ISPA di Kota Bengkulu Naik Menjadi 11.769 Kasus

👤Marliansyah 🕔Selasa 03 Oktober 2023, 16:40 WIB
Warga yang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Bengkulu meningkat sejak Januari hingga Agustus 2023 mencapai 11.769...
ANTARA/IRFAN ANSHORI

Dana Rp224 M untuk Pilkada Sulsel 2024 sudah Disepakati

👤Lina Herlina 🕔Selasa 03 Oktober 2023, 16:33 WIB
Sulsel menjadi provinsi pertama dari 38 provinsi yang ada di Indonesia yang melakukan penandatanganan...
Dokpri.

Anies Kenang Nostalgia KKN di Banyumas

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 03 Oktober 2023, 16:25 WIB
Bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan mengaku bahagia bisa berkunjung ke Banyumas, Jawa Tengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya